Kamis, 14 April 2016

Syahwat

Syahwat

Syahwat.Satu kata ini sangat tidak asing bagi semua orang yang sudah masuk usia remaja dan khususnya orang dewas.Syahwat atau nafsu secara khusus diartikan sebagai hasrat seksual.Secara luas syahwat bisa siartikan sesuatu keinginan terhadap sesuatu,bisa terhadap seks,benda,jabatan,kekuasaan dan lain sebagainya.

Syahwat bisa membuat orang selamat asal bisa menjaganya.Syahwat bisa menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan maksiat apabila tidak bisa menjaganya.Syahwat memang berat,karena ia seringkali melenakan kita sehingga kita lupa akan akhirat.

Hampir tiap waktu kita tak lepas dari yang namanya syahwat.Ketika kita bekerja,terkadang kita lupa kalau kita sedang bekerja karena ibadah dan untuk ibadah kepada Allah swt,semua karena kita sudah dikuasai oleh syahwat keduniawian.

Menjaga syahwat bukanlah hal mudah,namun juga bukan hal yang terlalu susah.Syahwat adalah sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia,karena tanpa syahwat manusia tak akan menghasilkan keturunan dan tak bisa melanjitkan kehidupan.Syahwat dibutuhkan dan tak boleh disia-siakan.

Yang bisa menjaga kita dari syahwat yang tiada berguna adalah keimanan,ketakwaan dan juga ilmu pengetahuan.Tanpa itu semua,syahwat tak bisa dijaga.Agar kita terhindar dari syahwat yang tiada bermanfaat,memintalah selalu pertolongan dan perlindungan dari Allah swt.

Sebagai manusia,saya sendiri tak lepas dari yang namanya syahwat,syahwat yang bermanfaat atau tidak bermanfaat.Saat muda dulu saya pernah memanjakan syahwat keduniawian saya sehingga saya melupakan Tuhan Sang Pencipta.Bila mengingat masa itu,terasa sekali penyesalan yang ada dalam diri ini.

Semoga saja saya bisa mengatur dan mengendalikan syahwat saya dengan baik agar saya bisa menjadi manusia yang baik.Semoga saja saya bisa menjadi manusia yang bisa mengalahkan syahwat,bukan malah sebaliknya,dikalahkan oleh syahwat.

Senin, 11 April 2016

Blognya Ghufron Amin Yang Kontroversial

Blognya Ghufron Amin Yang Kontroversial

Inilah blog saya,blog suka-suka yang membawa cerita suka dan duka dengan sedikit sentuhan rekayasa.Yang membaca jangan kecewa,yang membaca harus bahagia.Karena inilah blog saya,blog yang ada sedikit  rekayasa.

Kalau tulisan blognya serius,nulisnya sedikit disertai senyum dan tawa.Kalau blognya santai,nulisnya tetap pakai serius.Itulah blog saya,jadi yang membaca tak perlu terlalu serius apalagi sampai marah-marah.Damai sajalah.

Blog saya adalah blog yang merdeka,yang tulisannya kadang berguna dan terkadang tidak.Blog saya adalah blog yang ditulis dari hati,walau nulisnya jarang hati-hati sehingga terkadang bikin sakit hati.

Saya berharap blog saya bermanfaat,walau semua itu seringkali  hanya sebatas mimpi.Saya hanya berusaha untuk mengalihkan masalah pembaca ke masalah lain yang saya tulis ini,masalah yang tidak penting dan yang penting tidak bikin kepala pening atau pusing.Baca blog saya,saya jamin anda lupakan sejenak masalah anda,tapi saya harap anda jangan bermasalah dengan saya.

Inilah blognya saya,blognya Ghufron Amin yang sedikit kontroversial,blog yang kadang lebay maksimal,blog yang kadang tulisannya sedikit nakal,blog yang terkadang suka bikin kesal.

Baca blog saya ya,yang sehat dijamin tidak sakit,yang sakit dijamin tidak sehat.Yang Kaya dijamin tidak miskin,yang miskin dijamin tidak kaya.Yang pintar dijamin tidak bodoh,yang bodoh dijamin tidak pintar.Salam sejahtera untuk semua pembaca.

Minggu, 10 April 2016

Kekayaan Hati

Kekayaan Hati

Suatu hari ada seorang yang congkak sekali karena dia merasa kaya atau lebih dibandingkan saya dan teman-teman saya,sehingga dia menghina saya dan teman-teman saya yang miskin.Teman-teman saya yang tidak berdaya hanya diam.Saya yang semula hanya diam pada  akhirnya tak tahan lagi dengan ulahnya,saya tunjukkan siapa saya sebenarnya.Bukan apa-apa,saya tak ingin saya dan teman-teman saya yang dianggap sebagai kaum marginal atau terpinggirkan itu dihina.

Suatu hari ada beberapa teman yang mengatakan bahwa saya miskin karena saya jarang bersedekah,saya sering sakit karena saya pelit,tidak seperti mereka yang sering bersedekah,sehingga hidup mereka kaya dan bahagia.Hem,seperti itu?.Ketika saya jelaskan apa yang sudah saya lakukan,barulah mereka mengerti bila sedekah mereka jauh di bawah rata-rata.Semula ingin sedekah secara sembunyi-sembunyi akhirnya malah menampakkan sedekah yang tak seberapa ini agar orang lain tidak jadi sombong dan sadar diri.

Kenapa yang kaya atau merasa kaya selalu menghina yang miskin?.Hampir tak ada orang yang ingin hidupnya miskin,jadi beruntunglah orang yang ditakdirkan menjadi orang kaya.

Suatu hari saya juga bertemu dengan seorang yang mengenal saya,saat itu dia sedang naik mobil sementara saya hanya berjalan kaki.Ketika saya hendak menyapanya,dia memalingkan muka dan mengacuhkan saya.Ah sudahlah,saya hanya berfikir positif saja,mungkin dia lelah.

Saya jadi teringat tentang Malin Kundang yang kaya namun dia tak mau mengakui ibunya yang miskin.Seorang kaya dan seorang yang miskin,seorang ibu saja tidak diakui oleh anaknya,apalagi teman.Saudara atau keluarga yang lainnya saja sering kali tak diakui oleh saudara atau keluarga lainnya karena miskin,apalagi hanya seorang teman.Itulah dunia.

Semua menjadi pelajaran untuk saya,mungkin saya juga bisa menjadi sombong ketika kaya.Mungkin saya juga tak mau mengakui teman atau bahkan saudara yang miskin kalau kaya.Mungkin saat kaya saya juga bisa lupa akan banyak hal yang berharga,karena kekayaan terkadang melenakan,tak jarang menenggelamkan.

Yang harus saya ingat adalah bahwa kekayaan yang sebenarnya harus dimiliki oleh setiap orang adalah kekayaan yang hakiki,yaitu kekayaan  hati.Beruntunglah manusia-manusia yang kaya hatinya,sehingga tak lagi jumawa saat berdiri dengan makhluk lainnya.Dan semoga saja pada akhirnya nanti saya bisa menjadi orang yang kaya hati,sehingga saya semakin bisa mendekat pada Ilahi robbi.Amin.

Manfaat Ziarah Yang Begitu Banyak

Manfaat Ziarah Yang Begitu Banyak

Akhir-akhir ini saya sedang senang sekali berziarah.Kalau dulu waktu luang saya lebih banyak saya gunakan untuk jalan-jalan atau traveling,sekarang mulai agak dikurangi dan diganti dengan kegiatan ziarah.Istilah zaman kekiniannya sih wisata ziarah,atau wisata ziarah dan sejarah.

Selain makam orangtua,leluhur dan sanak saudara,sekarang ini saya juga sering mengunjungi makam-makam dari orang yang ditokohkan,berjasa dalam perkembangan ajaran agama Islam atau perjuangan dalam meraih kemerdekaan Indonesia,atau juga berjasa dalam bidang lainnya yang bermanfaat bagi orang banyak.

Ternyata manfaat berziarah ke makam itu sangat banyak sekali.Berikut adalah beberapa manfaat berziarah menurut saya setelah saya berziarah ke makam-makam para tokoh masyarakat yang berada di kota yang berbeda.

1.Mengingatkan pada kematian

Kalau manfaat yang satu ini pasti semua orang sudah tahu karena memang ada di dalam hadisnya.

2.Tempat Belajar

Banyak sekali pembelajaran yang bisa saya dapati saat berziarah,hal ini karena  kisah dan keteladanan orang yang saya ziarahi belum saya ketahui dan baru diketahui setelah saya berziarah ke makamnya.Ketika saya mengetahui sang tokoh,ternyata banyak pelajaran lainnya yang saya dapatkan,seperti pelajaran sejarah,akhlaq,budaya,bahasa,agama,dan pelajaran lainnya.

3.Meneladani Perilakunya

Seorang tokoh yang saya ziarahi biasanya adalah tokoh yang berjasa bagi banyak orang semasa hidupnya,bagi agama,nusa dan bangsa.Semoga saya bisa meneladani jasa--jasa sang tokoh,meneladani perilakunya.Semoga saya bisa meniru amal baik yang sudah diperbuat oleh mereka semasa hidup mereka.

4.Berterima Kasih Dan Mendoakannya

Mereka yang saya ziarahi adalah orang-orang yang berjasa bagi banyak orang.Secara langsung atau tidak langsung saya juga pasti menikmati hasil jerih payah para tokoh tersebut.Sudah selayaknya saya berterima kasih atas jasa-jasanya.Salah satu bentuk terima kasih saya adalah dengan mendoakannya.

Sabtu, 09 April 2016

Orang Miskin Yang Suka Pamer ( Tanggapan )

Orang Miskin Yang Suka Pamer ( Tanggapan  )

Ada banyak tulisan di blog ini yang cenderung 'pamer' hingga menimbulkan beragam komentar pro dan kontra.Coba saja cek,pasti akan ditemukan beberpa tulisan yang isinya 'pamer' kebaikan.Salah satunya adalah tulisan dengan judul 'Orang Miskin Yang Suka Pamer'. Apakah para pembaca sudah membaca tulisan tersebut?,kalau sudah membaca bagaimana tanggapan anda?.

Beragam tanggapan saya peroleh baik langsung maupun tidak langsung ke penulis (kebetulan kenal),sementara yang melalui blog sampai saat ini belum ada.Apa reaksi anda ketika membaca tulisan dengan judul di atas tersebut?.Apa juga tanggapan anda setelah membaca tulisan sejenis lainnya?.Berikut adalah beberapa reaksi pembaca yang berhasil penulis himpun.

1.Diam dan tidak perduli
2.Mengatakan penulis sombong dan suka riya,atau iri
3.Menyindir dan menyalahkan penulis
4.Marah karena merasa tulisan penulis menyinggungnya
5.Membicarakan penulis (ghibah)
6.Mendoakan penulis agar tidak sombong dan tidak riya lagi
7.Mendoakan penulis agar dirahmati dan amal ibadahnya diterima
8.Mengingatkan penulis agar tidak sombong,tidak suka riya,dan tidak iri
9.Melakukan kebaikan (sedekah) seperti yang ditulis penulis
10.Memuji penulis
11.Menyalahkan teman-teman penulis yang suka pamer
12.Mendiskusikan/berbincang tentang isi dari tulisan penulis
13.Dan lain-lain

Orang memang cenderung reaktif ketika menanggapi sebuah perkataan atau perbuatan orang lain.Begitu juga saat orang menanggapi tulisan dengan judul 'Orang Miskin Yang Suka Pamer' atau tulisan-tulisan lain di dalam blog ini.Ketika menanggapi sebuah persoalan tak hanya akal yang digunakan,tetapi emosi juga sangat berperan.Pikiran positif dan negatif digunakan di dalam akal,sehingga setiap orang memberikan aneka tanggapan yang berbeda.

Lalu,yang manakah tanggapan anda setelah membaca tulisan tersebut?.Apakah tanggapan anda positif ataukah negatif?.Satu atau lebih dari satukah tanggapan anda?.Apakah anda termasuk pembaca yang menggunakan pikiran  positif,negatif atau paduan pikiran positif dan negatif?.Yang manapun tanggapan anda,semoga Allah swt merahmati kita semua.Amin.

Jumat, 08 April 2016

Para Guru Yang Sangat Luar Biasa

Para Guru Yang Sangat Luar Biasa

Orang selalu saja membanggakan kepada siapa kita berguru,sama seperti saya.Ketika saya belajar pada guru atau ulama besar,yang terkenal,sangat pandai dan beragam kelebihan lainnya,senang dan bangganya berkali-kali lipat.Ketika sang guru besar disebut,dengan bangga secara langsung atau tidak langsung menyebut guru tersebut sebagai guru saya.Sementara saya lupa pada guru-guru saya di masa kecil,yang justru begitu besar berjasa pada saya.

Suatu saat saya membaca sebuah buku di mana di buku tersebut dijelaskan tentang akhlaq murid kepada guru dan bagaimana murid seharusnya berlaku pada guru.Setelah membaca buku tersebut saya teringat guru-guru saya yang dulu mengajar saya ketika saya kecil hingga remaja.Mereka bukan guru besar yang sering mengajar di tempat bergengsi,tapi guru-guru yang mengajar di madarasah,musholla,masjid kampung atau rumah mereka sendiri.Ternyata mereka adalah guru yang sangat luar biasa walau oleh orang kebanyakan mungkin dianggap biasa-biasa saja.

Saya teringat guru-guru sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah yang dengan tulus mengajar saya hingga saya bisa membaca tulisan latin dan arab.Saya teringat guru-guru sekolah saya lainnya yang membuat saya semakin bisa berbuat lebih banyak dari sekedar menulis dan membaca.Dan guru yang paling saya ingat adalah guru-guru mengaji saya yang mengajar saya dan beberapa teman saya di rumah sang guru sendiri.Karena merekalah saya menjadi lebih banyak tahu ilmu agama yang sangat berguna dalam kehidupan ini,tanpa sedikitpun mereka meminta lebih dari saya dan keluarga saya.

Sebagai rasa terima kasih,suatu saat saya berkunjung ke guru saya yang menurut orang-orang biasa saja tetapi menurut saya sangat luar biasa.Ketika saya berkunjung ke rumahnya,beliau begitu bahagia menerima kedatangan saya dan berterima kasih karena saya masih mau menganggapnya guru walau saya sudah tak lagi belajar padanya.Perkataan dan sikap beliau membuat saya benar-benar terharu.Sampai kapanpun guru tetaplah guru yang telah memberikan aneka ilmu.

Tak banyak yang bisa saya lakukan atau saya berikan untuk sang guru yang telah begitu berjasa dalam me!bimbing saya.Saya hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak padanya,karena jasa beliaulah saya bisa menjadi seperti sekarang ini.Semoga beliau,dan guru-guru lainnya diberi keselamatan dan keberkahan dalam hidup di dunia dan di akhirat nanti.

Mudahnya Berburuk Sangka,Susahnya Berbaik Sangka

Mudahnya Berburuk Sangka,Susahnya Berbaik Sangka

Berburuk sangka atau negatif thinking alias suudzon adalah suatu perbuatan yang sudah jamak dilakukan oleh banyak orang dalam kehidupan sahari-hari.Saya sendiri adalah salah satu pelaku yang suka melakukan hal tersebut.Sepertinya tiada hari tanpa berburuk sangka.Hem,paling mudah ya berburuk sangka.Sudah gratis tak ada yang tahu juga.

Berburuk sangka itu adalah perbuatan yang mudah,tak ayal pekerjaan yang benar-benar dilarang oleh agama ini sangat sering dilakukan.Berburuk sangka pada diri sendiri,berburuk sangka pada orang lain,berburuk sangka pada makhluk lain,juga berburuk sangka pada Allah swt.Hampir tiap hari kita melakukan perbuatan yang sebenarnya tidak bail ini.Pantaslah bila Allah swt mengingatkan kita tentang bahaya buruk sangka ini,karena memang benar-benar berbahaya.

Kalau berburuk sangka mudah sekali,tapi kalau berbaik sangka itu susah sekali.Berbaik sangka atau khusnudzon itu betul-betul suatu perbuatan terpuji,namun melaksanakannya kadang terasa berat sekali.Itu yang saya rasakan,entah bagi pembaca sekalian.Mungkin karena saya termasuk orang yang masih belajar menata hati dan jiwa,sehingga berburuk sangka masih lebih mudah saya lakukan daripada berbaik sangka.

Belajar Dari Masa-Masa Kelam Dan Suram

Belajar Dari Masa-Masa Kelam Dan Suram

Saya adalab saya,manusia yang penuh warna,manusia yang teramat suka mengembara.Dari pengembaraan yang sudah saya lakukan,banyak cerita yang saya dapatkan.Silih berganti waktu,silih berganti cerita,silih berganti juga pelajaran yang saya dapatkan.

Salah satu hal atau pengalaman yang saya alami adalah pelajaran yang telah lalu yang kelam dan suram.Dari sana saya belajar banyak hal yang sangat berguna bagi saya dalam menghadapi kehidupan kini dan kehidupan nanti.Belajar dari masa-masa kelam dan suram adalah salah satu hal yang saya lakukan,baik itu dari masa lalu sendiri atau juga masa lalu orang lain.

Saat kecil dulu,saya tidak pernah berfikir,menduga atau mengira-ngira  kalau saya pada akhirnya akan mengalami masa-masa kelam dan suram dalam hidup saya.Masa-masa susah,masa-masa sedih,masa-masa hitam,masa-masa yang penuh kemaksiatan,dan masa-masa dimana hidup diliputi ketidakpastian.Dari sinilah saya banyak sekali banyak hal.

Dulu saya mungkin juga termasuk orang yang suka  menghujat,menghina,mencaci dan melakukan tindakan lainnya yang benar-benar memyakitkan bila didengarkan oleh orang-orang yang pernah melalui masa lalu yamg kelam dan suram.Dan pada alhirnya Allah menakdirkan saya untuk melalui jalan itu,jalan kelam dan suram dalam kehidupan saya.

Setelah waktu berlalu dan pengalaman hidup datang dan pergi silih berganti,barulah saya mengerti jika jalan yang harus saya lalui adalah merupakan pelajaran dan pembelajaran untuk saya.Pelajaran dan pembelajaran yang benar-benar berguna dan bermanfaat bagi saya.Denagn itu semua saya bercita-cita agar saya bisa menjadi manusia berguna,yang baik dan tak mudah menghakimi.

Dulu mungkin saya hanya bisa menghujat,menghina,mencaci dan aneka  perlakuan yang tidak menyenangkan pada orang yang mempunyai sisi hidup yang kelam dan suram.Sekarang saya justru mempunyai rasa perduli pada mereka.Walau mungkin belum bisa mengajak mereka yang berada dalam masa-masa kelam dan suram kepada kebaikan,minimal saya bisa mendoakan kepada mereka semua agar diberi kebaikan.Kalaupun tak banyak mendoakan,yang terpenting adalah saya sudah tidak lagi melakukan hal yang tidak patut dan tidak terpuji,yang terkadang justru sangat menyakitkan hati orang yang mengalaminya.

Ternyata belajar tak hanya selalu dari hal-hal yang baik saj,belajar dari hal-hal yang dianggap tidak baikpun bisa,asal kita mau belajar dengan sepenuh hati dan jiwa,dan tak hanya memgandalkan otak semata.

Gagal Tak Berarti Tak Ada Jalan Lain Untuk Sukses

Gagal Tak Berarti Tak Ada Jalan Lain Untuk Sukses

Dulu saya pernah nercita-cita kuliah dan bekerja di luar negri,sehinga saya rajin berusaha dan berdoa agar saya bisa menggapainya.Siang dan malam tiada henti berusaha dan berdoa,agar mimpi yang indah menjadi nyata.Terwujudkah impian saya?,berhasilkah saya menggapai cita-cita yang sekuat tenaga saya perjuangkan?,ternyata jawabannya adalah  tidak!.Semua yang saya lakukan ternyata hanya sia-sia.

Ketika cita-cita tak tercapai,ketika mimpi tak terwujud,pastilah kecewa yang dirasakan.Begitu juga yang saya rasakan saat semua yang saya inginkan tidak tercapai,kecewa.Padahal cita-cita dan juga mimpi saya begitu indah dan bermakna,karena saya ingin mewujudknya bukan hanya untuk saya,tapi juga untuk kedua orangtua,keluarga,dan juga orang banyak.

Saat itu saya merasa Allah swt tak sayang,saya merasa Allah swt begitu kejam pada saya.Mengapa semua yang saya inginkan terasa sulit untuk saya gapai,sementara begitu mudah untuk orang lain.Mengapa yang lain berhasil dengan beberapa langkah sementara saya gagal berkali-kali?.Gagal dan gagal sepertinya menjadi begitu akrab dengan saya dalam mengarungi hidup ini hingga akhirnya membuat saya frustasi.

Kegagalan adalah sukses yang tertunda,begitu kata pepatah.Tapi kalau gagal dan gagal lagi pastilah akan merasa kecewa,muak bahkan bisa mendatangkan rasa putus asa.Tapi lama-lama rasa kecewa itu pada akhirnya justru membuat saya menjadi mau untuk belajar banyak hal,belajar merasa,belajar menjadi kuat dan tak mudah menyerah.Biar saja gagal,biar saja tak berhasil,kalaupun tak sukses yang penting saya tidak menyerah.

Kegagalan demi kegagalan datang dan pergi silih berganti.Ternyata banyak hal yang membuat saya selalu gagal,sifat dan sikap saya dalam menghadapi hidup ini juga turut berperan.Ya,saya yang pembosan,kurang percaya diri,mudah menyerah,dan hal buruk lainnya yang menjadikan saya pecundang.Untunglah semua berlalu pergi pada akhirnya,itu semua terjadi setelah saya memahami diri saya yang sebenarnya.

Kegagalan bukan berarti kiamat,kegagalan bukan berarti tak ada arah atau jalan lain untuk meraih sukses.Sabar,ikhlas,dan mau menerima apa yang sudah Allah swt takdirkan adalah beberapa hal lainnya yang berperan penting dalam kehidupan ini.Gagal dalam satu bidang bukan berarti gagal juga dalam bidang lainnya.Itu juga yang saya rasakan sekarang,walau tak terlalu sukses tapi saya sudah menemukan sedikit kesuksesan saya,walau kesuksesan itu bukan sukses pada bidang yang saya inginkan.

Selalu Ingin Menjadi Yang 'Paling'

Selalu Ingin Menjadi Yang 'Paling'

Suatu hari sekitar tahun 90 an ayah,ibu dan teman ayah yang bernama Mang Nur berbincang di ruang tamu rumah kami.Mang Nur adalah sahabat ayah saya yang sangat baik pada ayah dan keluarga kami.Beliau adalah  seorang pekerja biasa yang sebenarnya ilmu agamanya lumayan dalam.Sebagai orang yang sudah sepuh (anaknya saja seusia ibu saya),Mang Nur sudah pasti banyak makan asam garam kehidupan.

Tanpa sengaja saya mendengar perbincangan mereka,sebuah perbincangan yang sangat menarik dan berisi sebuah pesan yang akan selalu saya ingat.Saat itu Mang Nur berkata bahwa orang di dunia ini banyak yang selalu ingin menjadi orang yang 'paling',paling pintar,paling kaya,paling terhormat,paling terpandang,paling terkenal,paling tampan atau cantik,paling sempurna,dan paling-paling yang lainnya.Sebuah kata-kata yang biasa namun sangat mengena untuk saya.

Ucapan Mang Nur memang benar adanya.Di manapun berada selalu saja ada orang-orang yang selalu ingin menjadi orang yang 'paling'.Saya sendiri juga mungkin termasuk di dalam orang yang ingin menjadi orang yang 'paling' tersebut.Untuk menghilangkan rasa ingin menjadi orang  yang 'paling' bukanlah hal yang mudah,karena itu membutuhkan proses yang lama,bahkan hingga sampai akhir hayat kita.

Ucapan Mang Nur bisa menjadi nasehat yang sangat dahsyat dalam kehidupan yang saya jalani ini.Hingga saat ini nasehat tersebut masih selalu saya ingat.Semoga saja saya tidak termasuk ke dalam orang-orang yang berambisi ingin menjadi orang yang 'paling' tersebut,yang bahkan seringkali menghalalkan segala cara untuk menjadi orang yang 'paling'.

Komentar Orang Tentang Orang Lain Yang Suka 'Pamer Ibadah'

Komentar Orang Tentang Orang Lain Yang Suka 'Pamer Ibadah'

Era media sosial,banyak sekali orang yang suka pamer,termasuk juga saya yang berada di dalamnya.Pamer harta,pamer ilmu,pamer amal  ibadah,pamer plesiran,pamer keluarga,pamer teman,pamer makanan dan minuman,pamer lokasi santai,dan lain sebagainya.Salah satu yang mendapat banyak perhatian dari pengguna media sosial adalah orang-orang yang dianggap suka 'memamerkan' perbuatan baik atau amal ibadahnya.

'Pamer ibadah?,iya,kata orang-orang sekarang ini banyak sekali orang-orang yang suka 'pamer ibadah'.Berbagai foto atau kalimat yang menjelaskan tentang seseorang atau kelompok orang yang sedang beribadah.Kalau doto misalnya foto orang yang sedang memberikan sedekah,bertasbih,dan lain sebagainya.Kalau kalimat misalnya seperti kata-kata Alhamdulillah selesai umroh,edisi bagi-bagi sembako,berbagi dengan orang miskin,sholat tahajud dulu ah,menahan lapar dulu sebentar lagi juga buka puasa,dan lain sebagainya.

Bagaimana tanggapan atau reaksi orang-orang pada orang-orang yang dianggap suka pamer tersebut?.Berbagai macam reaksi pastinya bermunculan,ada yang pro maupun kontra,ada yang suka namun ada juga yang tidak suka,ada yang mendukung namun ada juga yang mencela.Semua tanggapan atau reaksi tersebut tergantung pada masing-masing isi  kepala dan hati orang yang menanggapinya.

Kalau saya bagaimana?,kalau saya sih santai saja menanggapinya.Saya berusaha bersikap husnuddzon atau baik sangka saja.Saya berfikiran positif saja bahwa mereka sedang berdakwah atau mengajak orang lain untuk melakukan hal yang sama seperti mereka.Kalau bisa,mampu atau mau saya ikuti amal baik mereka,kalau tak bisa saya tak akan mencela atau menghakimi mereka kalau mereka sedang pamer ibadah karena ria.Naudzubillah mindzalik,lebih baik saya berprasangka baik dari pada berprasangka buruk,karena urusan hati hanya yang punya hati dan Allah swt saja yang tahu isinya.

Dari pada berburuk sangka apalagi hingga mencela atau memfitnah,lebih baik saya mendoakan mereka yang kata orang-orang sedang 'pamer ibadah' tersebut dan juga untuk saya.Berdoa apa?,berdoa agar ibadah mereka diterima oleh Allah swt,berdoa agar semakin banyak orang yang mengikuti jejak mereka dalam melakukan amal ibadah atau kebaikan.Dan yang terpenting adalah berdoa untuk saya sendiri,semoga saya bisa mengikuti jejak mereka dalam melakukan amal ibadah yang sering mereka lakukan.Kan katanya kita harus berlomba-lomba dalam kebaikan,kan katanya kita harus saling nasehat-menasehati satu sama lain.Iya kan?.

Anak Yang Suka Menghabiskan Uang Ayah

Anak Yang Suka Menghabiskan Uang Ayah

Saat kecil saya itu jarang sekali meminta uang lebih pada ayah atau ibu.Malah kalau ada uang lebih saya akan menabungnya dalam celengan yang saya beli atau saya buat dari bambu.Setelah terkumpul biasanya saya berikan uang itu pada ibu,atau saya belikan barang keperluan pribadi dengan tujuan meringankan beban orangtua.

Hingga usia remaja atau saat sekolah sma,saya masih mempertahankan tradisi menabung dan berhemat dalam menggunakan uang.Hal ini yang membuat ayah dan ibu sangat bangga karenanya.Saat itu saya memang berfikir kalau saya tidak boleh menyusahkan orangtua,terutama ayah yang sudah lelah bekerja demi memenuhi kebutuhan kami anak-anaknya.

Saat kuliah barulah kebiasaan saya mulai berubah,maklum saja saya lihat memang ayah semakin mempunyai banyak uang.Saya akhirnya  menjadi orang yang suka sekali meminta uang pada ayah.Tapi ayah  selalu saja menuruti permintaan saya tersebut dan memberikan sejumlah uang yang saya pinta.Maklum,saat itu saya menggunakan aneka jurus maut untuk meluluhkan hati ayah agar beliau mau mengeluarkan uang untuk anaknya ini.Uang yang saya pinta ada yang saya gunakan untuk biaya hidup dan belajar,namun ada juga yang saya  gunakan untuk suka-suka.Akhirnya saya menjadi anak yang suka meminta dan menghabiskan uang ayah.

Hari berlalu,bulan dan tahun juga berganti.Ibu akhirnya bertanya mengapa saya sangat suka sekali meminta uang kepada ayah.Semula saya merahasiakan niat saya ini dari ibu dan orang lainnya.Namun karena sudah berlangsung lama dan takut menjadi beban bagi ibu,akhirnya saya katakan juga niat saya yang sebenarnya.Saya jelaskan bila saya sering meminta uang pada ayah saya dengan niat hutang dan akan saya bayarkan dalam bentuk sedekah atas nama ayah.Mendengar alasan saya,ibu akhirnya mengerti  dan justru mendukung saya ketika meminta uang pada ayah.

Ketika bekerja,sedikit demi sedikit hutang saya pada ayah berhasil saya bayarkan.Seperti niat semula,uang bukan langsung saya bayarkan kepada ayah melainkan saya sedekahkan ke tempat-tempat ibadah atau juga fakir miskin.Setelah ayah tiada saya masih terus membayar hutang-hutang saya pada ayah,Insya Allah sampai saya mati tak akan berhenti untuk terus bersedekah atas nama ayah dan ibu saya.Semoga sedekah ayah dan ibu saya yang sudah tiada diterima oleh Allah swt.Amin.

Ternyata Menyindir Adalah Perilaku Yang Tak Sehat

Ternyata Menyindir Adalah Perilaku Yang Tak Sehat

Suatu hari,tanpa sengaja saya pernah membaca sebuah artikel psikologi yang membahas tentang menyindir.Ternyata menurut artikel tersebut mengatakan bila perilaku yang suka menyindir adalah perilaku yang tak sehat.Ternyata menyindir adalah termasuk salah satu bentuk perilaku bulliying secara verbal.Lingkungan yang orang-orangnya sering saling menyindir satu sama lain adalah ciri lingkungan yang tak sehat.

Ya Allah,ternyata selama ini saya suka menyindir orang dan tanpa saya sadari saya termasuk dalam kategori orang yang suka menyindir.Tidak terlalu sering,tapi hanya sesekali saya menyindir orang lain.Tapi Alhamdulillah,setelah membaca artikel tentang sindir-menyindir tersebut saya tak lagi suka menyindir.Karena memang dampak menyindir itu akan berakibat kurang baik.Satu orang menyindir maka orang lain akan balik menyindir lagi.Dari sini maka terjadilah saling sindir-menyindir yang kemungkinan besar akan berlangsung lama dan menimbulkan suasana yang tidak nyaman.

Saat ada masalah,sekarang ini saya lebih suka mencoba mengatakannya secara langsung pada orang yang bersangkutan.Kalau tidak maka saya lebih memilih diam.Saya bisa mengatakan apa yang ada di benak saya tentang suatu masalah baik secara lisan atau tertulis.Lebih baik saya katakan langsung apa adanya yang ada dalam benak saya sesuai tujuannya,agar pesan yang saya sampaikan bisa langsung mengena.

Dengan menyindir seringkali apa yang ingin diutarakan tidak sampai pada tujuan dengan berbagai alasan.Misalkan orang yang disindir tidak tahu jika sindiran itu untuknya atau mungkin karena orang yang disindir justru tidak peka atau cuek bebek.Kadang bukannya menyelesaikan masalah,tapi justru menambah masalah,karena mungkin saja ada orang lain yang merasa sindiran tersebut itu adalah untuknya.

Ternyata menyindir itu memang tidak baik.Dengan menyindir seringkali bukannya menyelesaikan masalah tapi malah menambah masalah.Dan tulisan ini bukan untuk menyindir loh ya,kalau tulisan ini menyindir berarti tulisan ini tidak sehat.He he,iya kan?.

Kamis, 07 April 2016

Makam Habib Husen B Abu Bakar (Keramat Luar Batang)

Makam Habib Husen B Abu Bakar (Keramat Luar Batang)

Habib Husen B Abu Bakar adalah seorang ulama yang datang ke Jakarta di sekitar tahun 1700an.Beliau datang dari Hadramaut di saat Jakarta dalam penguasaan Penjajah Belanda.Beliau menetap dan mensyiarkan ajaran agama Islam di kawasan pantai utara Jakarta.Saat itu,Habib Husen yang ulama sekaligus pejuang mempunyai banyak orang murid yang berguru kepadanya.Karena jasanya itulah yang membuat banyak orang yang mengunjungi makamnya untuk berziarah.

Makam Habib Husen terletak di sisi kiri sebuah masjid yang dulu dibangun olehnya.Masjid tempat di mana makam Habib Husen berada bernama Masjid An Nur,namun masjid dan makamnya sekarang ini lebih dikenal sebagai Masjid dan makam Keramat Luar Batang.Hampir tiap hari makam Habib Husen ini ramai dikunjungi oleh para peziarah dari berbagai wilayah mulai dari Jakarta,Bodetabek,Banten,Jawa Barat dan daerah lainnya di Indonesia.

Kawasan masjid dan makam Keramat Luar Batang terbilang luas dan lumayan bersih,sehingga para pengunjung dapat melakukan ziarah dengan tenang.Sarana dan prasaranaya juga terbilang lengkap.Di sekitar masjid dan makam ini banyak terdapat penjual makanan dan minuman,sehingga pengunjung yang ingin berziarah dan beritikaf tidak perlu khawatir apabila ingin makan atau minum.

Untuk menuju Keramat Luar Batang ini tidaklah terlalu susah.Dari terminal Jakarta Kota atau Tanjung Priuk bisa dijangkau dengan angkot no 15.Minta saja diturunkan di pasar ikan,karena dari sini lokasinyantidak terlalu jauh.Dari pasar ikan makam Keramat Luar Batang ini bisa dijangkau dengan berjalan kaki.Karena jalan yang dilalui adalah jalan kecil,maka kendaraan akan susah untuk sampai ke sini.Aapabila membawa kendaraan sebaiknya  melalui jalan lain yang terletak tidak terlalu jauh dari Pasar Ikan Keramat Luar Batang.

Ngeblog Jangan Sampai Bikin goblog.

Ngeblog Jangan Sampai Bikin Goblog

Ternyata ngblog itu mengasikkan,bahkan sampai melenakan.Seperti yang sedang saya alami ini,karena asiknya saya menulis sampai-sampai saya lupa akibatnya.Untunglah saya segera sadar,jadi dampak yang lebih fatal bisa dihindari.Maklum saja,saya memposisikan blog saya ini sebagai diary,sementara saya lupa bila diary saya yang sekarang ini adalah diary yang bisa dibaca oleh siapa saja dan dari mana saja.

Kalau dulu ada pepatah mulutmu harimaumu,ternyata sekarang berlaku pepatah blogmu adalah harimaumu.Kalau dulu orangtua suka bilang jagalah lisanmu,sekarang mungkin orangtua akan mengatakan jagalah blogmu.Kalau dulu ada nasehat jagalah perkataanmu,sekarang ada nasehat jagalah tulisan di blogmu.Bukan menjaga karena takut dicurigai,tapi karena dikhawatirkan melukai atau menyakiti perasaan orang lain.Sama seperti lidah,blog juga tak bertulang

Setelah banyak orang yang tersinggung dengan tulisan saya,saya sudah harus lebih berhati-hati karena itu berarti saya sudah menyakiti orang lain.Setelah banyak orang yang bertambah suka ngomongin orang lain setelah membaca blog saya,saya juga harus segera menghentikan beberapa genre tulisan saya.Kalau diteruskan bisa-bisa bertambah pula dosa saya dan juga orang-orang di luar sana.Bahaya!.

Mulai sekarang saya harus hati-hati kalau mau menulis,terutama ketika mengangkat sebuah topik yang menyangkut kejadian yang melibatkan banyak orang.Mulai sekarang saya harus menulis dengan pilihan kata-kata yang pas sekali,agar para pembaca bisa memahami dengan baik.Kalau bisa saya sertakan juga alasan saya saat menulis sebuah tulisan,agar para pembaca yang kadang kenal dengan saya tidak salah faham dan salah sangka dibuatnya.

Niat saya menulis di blog awalnya adalah hanya ingin menyalurkan hasrat menulis saya yang memang sulit untuk dibendung.Niat selanjutnya dalam menulis blog adalah untuk saling berbagi,saling mengingatkan dan untuk ajang silaturohim dengan banyak orang.Niatnya lainnya adalah mau curhat seperti yang dulu sering saya lakukan pada diari saya.Saya berharap atau agar yang salah bisa diperbaiki,bukannya malah menyakiti.Niatnya mau berbagi inspirasi,bukannya malah membuat orang lain menghakimi.

Sekarang saya punya prinsip,ngeblog itu harus membuat orang banyak termasuk saya sendiri menjadi lebih baik dan berguna.Ngeblog agar saya dan banyak orang menjadi lebih pintar.Pokoknya kalau ngeblog jangan sampai bikin goblog.itu yang saya harapkan.

Rabu, 06 April 2016

Saya Memang Termasuk Anggota LGBT

Saya Memang Termasuk Anggota LGBT

Belum menikah di usia 40 tahun itu sensasional banget.Banyak pertanyaan dari kanan kiri,banyak saran dari kanan kiri,banyak komentar dari depan belakang,de el el.Menjadi jomblo di usia 40 tahun itu memang luar biasa banget,benar-benar sensasional setingkat nasional.

He he,jadi jomblo di usia 40 tahun itu ternyata harus kuat mental,kalau tidak kuat mental bisa-bisa meuntal.Bayangkan saja,saya harus tahan banting dengan yang namanya candaan,ledekan,bibiran (eh maaf,cibiran maksudnya,maaf saya salah nulis dengan sengaja),bahkan hingga hinaan.Ya namanya juga masih jomblo di usia setengah senja,ya harus siap-siap saja dengan segala resiko yang ada.Tapi tenang saja,walau banyak orang yang membuat hati saya menjadi  sedih,sebel,kesel,marah,benci,ternyata banyak juga yang masih bisa membuat saya tersenyum dan membuat hati ini sejuk seperti di kutub.Adeeeeeem banget kalau mereka menghibur saya.

Berbagai kata-kata seringkali terucap dari bibir orang-orang yang ada di sekitar saya.Tapi untunglah,saya termasuk tipe orang yang santai seperti di pantai,selow seperti di pulau.Jadi mau mendengar orang mau bicara apapun,saya cuek saja.Beginilah saya apa adanya,saya tak mau terlalu memikirkan omongan orang.Dari pada marah-marah dan membuang tenaga,mending ramah-ramah dan selalu ceria.

Saya menikah kalau memang sudah saatnya menikah,ketika saya telah bertemu dengan wanita impian saya.Saya tak mau menikah hanya karena ingin menutup omongan orang yang berbicara semaunya.Saya mau menikah ketika memang sudah yakin seyakin-yakinnya dengan jodoh saya.Saya tak mau menikah hanya karena ingin mengubah status saja.Beginilah saya apa adanya.Saya tak meminta orang lain berempati pada saya,justru saya yang harus berempati pada orang lain,karena kalau saya ada di posisi mereka,mungkin saya juga akan melakukan hal yang sama dengan mereka.

Ada yang bilang kalau saya terlalu pilih-pilih dalam mencari pasangan,pernyataan itu benar adanya.Saya mencari yang serasi,agar bisa sehidup semati.Kalau ada yang bilang saya tidak mau menikah,pernyataan itu jelas salah.Karena saya mau menikah dan sampai saat ini saya tak henti terus berusaha mencari jodoh saya.Ada yang bilang kalau menikah itu ibadah,maka akan saya jawab saya sudah tahu hukum menikah sejak saya remaja.Semuanya hanya saya beri  ucapan,terima kasih atas perhatiannya.

Ada yang bilang saya tidak jantan,untuk saya bukan persoalan dan tidak saya jadikan beban.Lebih baik saya ambil uang dan saya pergi jalan-jalan.Ada yang bilang saya gay,buat saya itu adalah bukan pernyataan lebay dan pernyataan itu mesti ditanggapi dengan santai.Namanya juga mulut orang,ya suka-suka mereka mau bicara apa.Yang harus saya jaga adalah lisan saya,bukan lisan orang-orang yang ada di luaran sana.Toh bukan saya yang menanggung dosanya.Yang penting saya tidak suka berkomentar miring pada orang lain.

Ada yang bilang kalau saya adalah bagian dari kelompok LGBT?.Pernyataan itu betul adanya dan benar sebenar-benarnya,karena saya memang termasuk anggota LGBT,yaitu Lelaki Ganteng Berhati Tulus.

Jangan Cintai Saya Sebagai Kekasih

Jangan Cintai Saya Sebagai Kekasih

Usia saya itu tidak muda lagi.Jadi anak-anak sma yang saya ajar itu sebenarnya tak ubahnya seperti anak sendiri.Saya mengukurnya berdasarkan usia bila saya menikah di usia yang tepat.Kalau saya menilah di usia tepat mungkin anak saya sudah sma.Selain berdasarkan usia menilah,saya juga mengukurnya dengan melihat teman-teman seusia saya yang mempunyai anak,anak-anak teman saya ya banyak yang sudah di sma bahkan ada juga yang sudah kuliah.

Secara fisik,saya itu terkadang nampak begitu muda,namun kadang juga terlihat tua.Semua tergantung keadaan saya atau juga keadaan mata orang yang melihat saya.Hal inilah yang terkadang membuat orang salah mengira tentang usia saya,termasuk anak-anak murid saya.Banyak di antara mereka yang mengira usia saya masih muda dan tidak terlalu jauh dari usia mereka,padahal usia saya dua kali lipat lebih bila dibandingkan usia mereka.

Beberapa kali ada anak murid yang mengaku suka sama saya,baik mengatakan secara langsung pada saya atau melalui temannya.Hem,saya hanya berfikir kasihan sekali dan sangat disayangkan bila anak itu suka atau cinta pada saya.Mereka adalah anak-anak saya,jadi sebisa mungkin saya tak ingin jatuh cinta pada mereka karena dampaknya akan sangat buruk untuk mereka.

Ada beberapa hal mengapa saya tak mau menjadikan mereka yang suka pada saya itu untuk sebagai calon pasangan hidup saya.Saya kasihan pada mereka karena jalan hidup mereka masih panjang dan masih penuh harapan,masa depan yang gemilang.Kalau salah satu dari mereka jadian sama saya bukan berkah untuknya,tapi musibah.Jadi,jangan cintai saya sebagai kekasih,cintai saya sebagai guru saja.

Maaf,Bila Blog Saya Jadi Sumber Masalah

Maaf,Bila Blog Saya Jadi Sumber Masalah

He he,ternyata menulis blog itu benar-benar seru.Berbagai tanggapan yang langsung atau tidak langsung banyak saya terima berkaitan dengan tulisan-tulisan saya di blog ini.Kalau yang mengerti isi dan arah tulisan saya pasti tak akan salah mengartikan isi tulisan saya tersebut.Orang yang berfikiran positif juga pasti tak akan salah juga dalam mengartikan tulisan saya,dan yang terpenting tidak akan menambah dosa dengan cara mencela,membenci,memaki,gibah,fitnah,dan lain sebagainya.

Tulisan saya di blog ini memang terkadang membuat orang berbeda  mengartikannya dengan berbagai tafsir,sesuai dengan isi kepala masing-masing pembaca.Kalau yang suka berfikir positif atau khusnudzon,pasti tak akan menambah dosa.Tapi bagi yang suka berfikir negatif atau suudzon,pasti akan berlaku sebaliknya.Karena pembaca yang khusnudzon dan yang suudzon sudah saya temui,maka saya sengaja menulis tulisan ini.

Untuk para pembaca yang khusnudzon saya ucapkan terima kasih,karena itu berarti tulisan saya tidak menambah dosa orang lain setelah membaca blog saya ini.Untuk para pembaca yang suudzon saya mohon maaf,karena itu berarti tulisan saya malah menambah dosa untuk orang lain.Seperti yang sudah saya sebutkan di atas,dosa yang dilakukan oleh para pembaca blog saya bisa saja berupa mencela,membenci,memaki,menghakimi,ghibah,fitnah,dan lain sebagainya.

Blog ini saya buat untuk berbagi cerita atau kisah,berbagi informasi atau inspirasi.Kalau kisahnya menarik Alhamdulillah,kalau kisahnya tidak menarik ya itulah tulisan saya.Kalau informasi dan inspirasinya bermanfaat ya Alhamdulillah,kalau tidak bermanfaat yang penting tidak menambah dosa untuk semua.

Saya berharap blog saya ini bermanfaat untuk banyak orang.Tapi maaf sekali bila akhirnya blog saya ini malah menjadi sumber masalah,karena tak sedikitpun saya ingin bermaksud menambah masalah untuk orang-orang yang membaca blog saya ini.Berfikir positif,berlaku positif,Insya Allah hasilnya akan baik.

Berfikir Positif Pada Orang Yang Suka Pamer

Berfikir Positif Pada Orang Yang Suka 'Pamer'

Sekarang ini eranya media sosial yang bisa diakses oleh siapa saja yang mau mengaksesnya.Banyak hal yang dilakukan oleh orang-orang di media sosial.Mulai tulisan,gambar hingga audio visual dapat diunggah kapanpun dan di manapun ke media sosial dengan mudah.Oleh karena itu kita harus bisa bijak menyikapinya.

Salah satu kata atau hal yang banyak dilakukan di media sosial adalah istilah pamer.Pamer yang dulunya hanya ada di dunia nyata,sekarang sudah ada di dunia maya.Kalau dulu hanya orang-orang terdekat saja yang kita perlihatkan kelebihan kita,namun sekarang siapapaun dapat kita perlihatkan semua kelebihan yang kita miliki.

Sekarang memang zamannya pamer,jadi tak perlu nyinyir pada orang yang suka pamer,karena hampir tiap hari kita juga selalu pamer.Mulai dari pamer kata-kata,pamer gambar,pamer suara,pamer video,dan lain sebagainya.Hampir tiap hari selalu saja ada yang kita pamerkan,mulai pamer perasaan,pamer kegiatan sosial atau keagamaa,pamer kepandaian,pamer ketampanan atau kecantikan,pamer makanan,pamer kegemaran,pamer rumah,pamer mobil,pamer aneka benda berharga,pamer kemewahan,dan pamer-pamer lainnya.

Berpikir positif saja pada orang yang suka pamer,karena kita juga suka pamer.Ambil saja sisi positifnya.Siapa tahu orang yang pamer adalah orang yang ingin berbagi kebahagiaan.Siapa tahu orang yang pamer itu ingin mengajak kita merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan oleh orang yang pamer.Siapa tahu orang yang pamer itu sebenarnya ingin mengajak kepada kebaikan kepada orang yang melihatnya.

Saya sendiri orang yang suka pamer.Pamer apa?,'ya pamer apa singora' *(he he,maaf bahasa Cirebon saya keluar).

*pamer apa saja

Selasa, 05 April 2016

Yang Membaca Tulisan Saya Jangan Pakai Emosi Ya

Yang Membaca Tulisan Saya Jangan Pakai Emosi Ya

He he,ternyata oh ternyata,beberapa tulisan saya ada yang membuat orang lain manjadi tersinggung dan marah.Maaf sekali bila di antara pembaca blog saya ada yang tersinggung dan marah karena tulisan-tulisan yang telah saya tulis dengan sepenuh hati.Kalau bisa renungkan saja isi dari tulisan-tulisan saya tersebut,kalau males ya lupakan saja.Saya menulis ada sebab musababnya,dan saya berharap tulisan saya ini bisa bermanfaat.Saya tak ingin blog ini malah membuat marah orang lain,wong saya tidak menjelek-jelekan orang lain kok.

Makanya,kalau baca tulisan-tulisan saya jangan pakai emosi,pakai mata saja dan baca dengan santai.Pasti tak akan tersinggung atau juga marah.He he,kalau tidak siap mental jangan baca blog saya ini dan lebih baik tutup segera blognya,cari saja tulisan lain yang lebih menarik.Sekali lagi,tidak ada orang yang saya jelek-jelekkan di tulisan saya.

Bila niat saya mau membahas A tapi ditanggapinya B,pastilah akan terjadi  kesalahfahaman.Tulisan saya untuk A atau untuk B dan C,yang marah D,E,F,G,H,pastilah terjadi salah pengertian.Fahami dulu tulisan saya,kalau ada yang perlu ditanyakan bisa anda tulis di kolom komentar.Namanya juga blog,kan bisa berlaku komunikasi dua arah,di mana antara penulis dan pembaca bisa langsung berdiskusi dan bisa membahas permasalahannya saat itu juga.

Sekali lagi saya mohon maaf,bila ada tulisan saya yang membuat para pembaca blog saya ini menjadi tersinggung dan marah.Mudah-mudahan ke depannya blog saya ini bisa lebih baik lagi.

Senin, 04 April 2016

Maaf,Bila Banyak Yang 'Tersentil' Dengan Tulisan Saya

Maaf,Bila Banyak Yang 'Tersentil' Dengan Tulisan Saya

He he,saya itu kalau menulis ya menulis saja,menulis apa adanya sesuai dengan apa yang ada di otak saya.Seperti inilah tulisan saya,kalau ingin menulis ya menulis saja,sesuai dengan mood atau kondisi perasaan saya.Namanya juga penulis amatir alias bukan penulis profesional,jadi seperti yang ada si blog inilah tulisan saya.Seadanya,apa adanya,itulah tulisan saya.

Tetapi,ternyata oh ternyata,saya baru menyadari jika saya menulis tanpa memikirkan dampak akibat dari tulisan saya.Karena hal ini hampir fatal akibatnya,baik untuk saya maupun untuk orang lain.Banyak orang yang tersinggung dengan tulisan saya,padahal sebenarnya tulisan saya  tersebut bukan untuk orang yang bersangkutan.Istilah katanya sih baper alias bawa perasaan getuh.Maklum saja,di tulisan saya tak disebutkan nama si pelakunya,sehingga banyak orang yang merasa menjadi terdakwa atas tulisan saya.Omegot,maafkan saya.

O ow,ternyata banyak juga teman atau orang-orang yang berada di sekitar saya dalam dunia nyata yang membaca tulisan saya di blog saya yang tampil apa adanya ini.Tetapi oh tetapi,banyak orang yang tersinggung dengan tulisan saya,padahal saya tak bermaksud menyinggung perasaan orang tersebut.Kalau dalam istilah film atau sinetron,nama dan tempat kejadian berbeda,mohon maaf kalau ada kemiripan cerita dengan anda.Ini memang fakta yang serupa tapi tak sama,jadi tak perlu dijadikan masalah.

Kalau ada tulisan saya yang menyinggung pembaca,maaf ya,saya memang terkadang suka lupa.Kalau saya menulis teman atau beberapa teman saya,saya lupa menyebutkan teman yang mana atau di mana sehingga teman-teman saya banyak yang tersinggung dan seolah saya menyindir mereka semua yang merasa 'tersentil'dengan tulisan saya tersebut.Kalau mau jelas makanya konfirmasi ya,jangan berkasak-kusuk tidak ada juntrungannya,nanti malah capek sendiri karena tidak saya tanggapi.

Hellow,teman saya itu ribuan,yang guru ratusan,yang pekerja ratusan,yang wiraswasta ratusan,yang lain-lain profesi juga ratusan.Teman sekolah saya ratusan,teman kerja saya ratusan,teman main saya juga ratusan.Teman saya yang punya motor ratusan,yang punya mobil ratusan,yang punya rumah ratusan,yang punya gedung ratusan,yang tidak punya apa-apa juga ratusan.Yang kaya ratusan,yang sederhana ratusan,yang miskin juga ratusan.Namanya juga pengembara alias si kutu loncat yang suka pindah dari satu tempat ke tempat lainnya,dari satu kota ke kota lainnya,ya jadi otomatis temannya ya banyak.Namanya juga orang yang suka bergaul dengan siapa saja dan tak pernah membedakan asal-usulnya,ya pastilah temannya ada di mana-mana.

He he,kalau saya menulis kisah tentang saya dan teman saya,bukan berarti untuk teman saya semua.Saya hanya menulis untuk teman-teman saya yang ada sangkut pautnya dengan saya.Teman saya yang saya tulis ceritanya di blog saya sering kali justru mesem-mesem atau tertawa lucu setelah membaca tulisan saya,walau terkadang ada juga yang marah atau kecewa.

Bagi orang lain yang membaca dan tak berkaitan dengan tulisan saya jangan sampai marah-marah tak jelas,tersinggung dan lain sebagainya.Lebih baik tanyakan langsung siapa orang di balik cerita yang saya tulis tersebut.Bisa ditulis di kolom komentar atau bisa juga ditanyakan langsung pada saya,siapa tahu saya sedang baik hati sehingga anda bisa mendapat hadiah tanpa diundi.

He he,sekali lagi saya mohon maaf jika ada satu atau banyak teman saya yang 'tersentil' dengan tulisan saya.Kalau ada kesamaan cerita itu hanya kebetulan belaka,jangan dijadikan masalah karena masalah hidup saya sudah berlimpah.Sekali lagi saya ucapkan maaf,bila ada yang 'tersentil' dengan tulisan saya.

Ngawas Ujian Nasional,WC mana WC?

Ngawas Ujian Nasional,WC Mana WC ?

Hari pertama mengawas ujian nasional alias UN adalah sesuatu yang agak mendebarkan.Walaupun sudah berulang kali mengawas un,selalu saja ada hal yang membuat hati tidak tenang,lebih-lebih kalau sekolah yang diawasi adalah sekolah yang baru didatangi untuk pertama kalinya.

Sekolah yang baru pertama kali didatangi,menyimpan begitu banyak misteri.Beberapa misteri yang terdapat di sekolah yang baru didatangi antara lain berkisar seperti apa keadaan sekolahnya,seperti apa orang-orang yang ada di dalamnya,seperti apa lingkungannya,dan yang terpenting adalah seperti apa dan di mana wcnya.

Kalau ada waktu,biasanya saya sempatkan dulu untuk mencari tahu di mana lokasinya,tapi kalau tak sempat atau malas mencari tahu,maka sebisa mungkin saya akan datang pagi-pagi supaya saya tidak terlambat saat saya harus mengawas.Seperti yang saya lakukan sekarang ini,berangkat dari rumah sehabis subuh agar tidak telat karena terjebak macet.

Ngawas ujian nasional di sekolah baru,tempat pertama yang saya tanya adalah wc.Pasti pas datang saya akan selalu bertanya pada diri sendiri atau pada orang lain,di mana wc?.Kalau sudah bertemu tempat yang satu ini,senangnya bukan kepalang.Maklum saja,saya masih mempunyai tradisi yang masih lestari hingga saat ini,yaitu numpang b a b alias buang air besar di sekolah tujuan.He he,seperti biasa,saya memang paling tak bisa menahan bab di manapun saya berada.

Syukurlah,di tempat mengawas kali ini wcnya lumayan bagus,bersih,luas dan lebih dari satu sehingga saya menjadi lega dibuatnya.Selain buat melakukan ritual tahunan saya,wc di sekolah sekarang ini berfungsi ganda juga,yaitu sebagai tempat ngadem dari ruangan kelas yang begitu panas.Maklum saja,sekolah yang saya datangi ini adalah sekolah baru yang belum banyak terdapat pepohonan di lingkungan sekolahnya.Ngawas ujian nasional,wc mana wc?.

Guru Culun Tak Dapat Tebengan Saat Mengawas Ujian Nasional

Guru Culun Tak Dapat Tebengan Saat Mengawas Ujian Naaional

Mengawas UN alias ujian nasional itu sebenarnya asyik,karena untuk  sementara kegiatan belajar mengajar libur,mengawas di sekolah lain dengan suasana baru,dan yang terpenting setelah mengawas ujian nasional akan mendapat uang lelah yang bisa digunakan untuk jalan-jalan atau belanja-belanji.He he,duiiiiit saja yang dipikirkan ya,manusia-manusia.

Hampir tiap tahun saya mengawas ujian nasional,selalu bahagia yang saya dapatkan.Hampir tak ada duka sama sekali.Pagi berangkat kadang ada yang nawarin tebengan,siang pulang ngawas juga terkadang ada yang nawarin tebengan.Kalaupun tak ada tebengan juga tidak apa-apa,yang penting sekolah tempat mengawas letaknya tidak terlalu jauh,atau walau jauh juga tak mengapa yang penting angkutannya mudah dan tidak terlalu banyak mengeluarkan ongkos untuk sampai ke tempat mengawas.Dengan demikian masih ada uang tersisa yang bisa dibuat suka-suka untuk menambah rasa bahagia (he he,maklum,guru honorkan pendapatannya terbatas,jadi kalau dapat uang tambahan itu senangnya berkali lipat).

Tapi oh tapi,untuk mengawas ujian nasional kali ini saya tak banyak mendapat kebahagiaan.Mengapa?,pertama karena saya mengawas di sekolah yang lumayan jauh dari rumah.Kedua angkutannya agak susah sementara kalau berjalan lumayan jauh.Dan ketiga tak ada teman yang memberi saya tebengan.Ketiga hal itu benar-benar membuat saya sedih.Tapi Alhamdulillah,semua tidak jadi masalah yang besar untuk saya karena saya masih punya uang untuk bayar angkot dan ojek.Walau agak lama sedikit yang penting dapat kendaraan umum yang mau mengantarkan dan menjemput saya ke dan dari sekolah tempat saya mengawas.

Tapi oh tapi,apakah tak ada teman dari satu sekolah tempat saya mengajar yang mengawas di sekolah yang sama?.Jawabannya ada,tapi tak ada satupun teman yang menawarkan diri untuk memberi tebengan pada saya.Ada yang menawarkan tapi wanita,ya otomatis tidak saya terima karena itu terlarang.(He he,kan lucu kalau saya dibonceng sama teman wanita).Lalu,kenapa saya tidak minta tebengan saja?,semua karena saya merasa sungkan dan juga berprinsip selagi saya bisa saya tak mau meminta.Jadi kalau saya masih bisa bayar angkutan,kenapa saya mesti meminta-minta tumpangan alias nebeng?,apalagi sudah keluar kata-kata keberatan dari teman-teman saya tersebut sejakmawal.He he,pokoknya de ge alias derita gue lah.

Tak ada yang memberi tebengan juga tidak apa-apa,yang penting ada uang untuk membayar angkutan.Makanya saya kalau disuruh memilih diberi uang atau diberi teman,saya akan lebih memilih diberi uang dari pada diberi teman.Kenapa?,kalau diberi uang saya bisa melakukan banyak hal seperti yang saya lakukan sekarang ini.Kalau diberi teman sementara temannya tak seperti yang diharapkan kan nyesek juga,seperti yang saya alami sekarang ini.

Dengan kejadian ini saya juga tak perlu marah atau benci pada teman yang tak memberi saya tebengan.Positif thinking saja,mungkin dia lelah dan punya urisan lain.Yang penting saya masih bisa pergi ke tempat mengawas dan pulang dari tempat mengawas dengan selamat.Saya ambil sisi positifnya saja,semoga saya menjadi orang yang lebih perduli pada orang lain dan bisa berbuat lebih baik lagi.(He he,beginilah nasib guru culun yang sudah tidak bisa lagi membawa kendaraan karena aneka penyakit jiwa dan raga yang dideritanya,kata orang de ge alias derita gue).

*He he,hari pertama saya diantarkan oleh Pak Satpam Komplek yang baik hati dan mau menolong.Pak Satpam sekolah yang bertanya pada saya kenapa saya tidak ikut teman saya cuma saya jawab bila arah kami berbeda.

*Hari kedua mengawas ujian nasional ternyata pulangnya saya ditawarin tebengan juga.Alhamdulillah,seorang anak SMA tempat saya mengawas mau mengantarkan saya.

*Hari ketiga,ternyata saat saya di depan pintu sekolah,pas sekali bersamaan dengan teman saya yang baru mau keluar dari parkiran motor.Satpam sekolah yang begitu perduli menyarankan saya untuk ikut teman saya.What?,he he,Pak Satpam itu memang tidak tahu kalau dari awal saya ngawas teman saya itu memang tidak mau memberi tumpangan pada saya.Diapun berteriak agar saya mau ikut dengan teman saya.Ketika teman saya menawarkan tebengan pada  saya untuk ikut dengannya,dengan tegas saya menolak.He he,sudah hari terakhir,jadi saya sudah tahu seluk beluk daerah itu,mending saya cari ojek saja.

Akhirnya saya menuju kantor kecamatan yang kata Pak Satpam sekolah sering ada tukang ojek di sana.Ketika saya sedang duduk menunggu ojek,seorang ibu menawarkan tumpangannya pada saya,konon beliau tawarkan itu karena beliau juga pernah merasakan hal yang sama seperti saya.Tapi dengan halus saya menolaknya,tidak enak rasanya kalau saya menumpang motor sama ibu-ibu.Seorang bapak yang sedang mengurus surat juga menawarkan tumpangan pada saya,tapi harus menunggu sampai selesai urusannya terlebih dahulu.Karena tak lama datang tukang ojek,maka akhirnya saya lebih memilih naik ojek saja.

He he,Selesai sudah tugas saya mengawas ujian nasional yang penuh cerita indah ini.Dari sini saya belajar banyak hal,antara lain agar saya tak perlu takut sendiri,jangan terlalu menggantungkan hidup pada orang lain dan agar saya belajar terus untuk perduli pada sesama.Tuhan Maha Kasih,Tuhan Maha Sayang,Dia menciptakan banyak orang baik di dunia ini,jadi jangan takut akan kekurangan orang-orang baik.

Untuk orang-orang yang terkait dengan cerita ini,saya mohon maaf bila cerita ini saya tulis.He he,peace please!,damai ya,jangan marah-marah,semoga saya tidak menyusahkan banyak orang lagi.

Minggu, 03 April 2016

Makam Mbah Dalem (Batu Tulis-Bogor)

Makam Mbah Dalem (Batu Tulis-Bogor)

Siapakah Mbah Dalem yang makam atau petilasannya ada di daerah Batu Tulis Kota Bogor?.Ketika saya menyambangi tempat ini,tak banyak informasi yamg didapat dari sang penjaga makam yang kebetulan saat itu penjaganya adalah seorang wanita tua.Sama seperti halnya dengan beberapa makam tua lainnya yang ada di Kabupaten dan Kota Bogor,bila tak ada anak keturunanya,maka hilang juga kisah dibalik makam tersebut,terkubur bersama waktu.

Ketika ditanya siapa nama asli dari Mbah Dalem dan siapa sebenarnya beliau,wanita tua berkerudung tersebut tak banyak memberikan informasi.Dari sang penjaga tersebut saya hanya tahu jika Mbah Dalem adalah seorang penyebar ajaran agama Islam di kawasan Bogor tempo dulu.Ketika ditanya lebih lanjut,wanita yang selalu ramah kepada setiap pengunjung yang datang itu hanya berkata bila dia dipesani oleh kakek buyutnya yang sudah menjaga makam tersebit sejak puluhan tahun lalu untuk tidakmterlalu banyak bercerita.

Ketika buka-buka situs internet untuk tahu lebih banyak keberadaan orang di dalam makam tersebut,maka terdapat berbagai cerita yang berbeda.Ada yang mengatakan bila makam tersebut adalah hanya petilasan,ada juga yang bilang kalau makam teraebut adalah benar-benar makam.Ada yang mengatakan bila jasad di dalam makam teraebut adalah guru Kian Santang putra Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi,yang bernama Syeikh Almaghribi,ada juga yang mengatakan orang lain,yaitu Mbah Rosa leluhur warga Kampung Urug Bogor.Yang jelas beliau adalah penyebar ajaran agama Islam era Pajajaran.

Makam Mbah Dalem terletak di persimpangan antara Jalan Lawang Gintung dan Jalan Batu Tulis Kota Bogor.Bagi yang hendak ke makam ini bisa menggunakan angkot nomer 02 dari  Sukasari atau juga angkot nomer 14 dari terminal Bubulak atau Laladon.Yang jelas makam Mbah Dalem ini semakin membuat penasaran saya,sehingga saya semakin ingin mengetahui keberadaan makam tersebut lebih jauh lagi.

Mbah Dalem,siapakah gerangan beliau sebenarnya?,makam yang dijadikan benda cagar budaya oleh Pemkot Bogor ini benar-benar membuat saya semakin penasaran.Makam Mbah Dalem,semua masih teka-teki yang penuh misteri.


Makam Mbah Dalem Batu Tulis,Bogor

Guru Culun Yang Tidak Mau Berkonflik

Guru Culun Yang Tidak Mau Berkonflik

Di tempat belajar,bekerja atau tempat lainnya paati ada saja yang namanya masalah hingga tak jarang menimbulkan konflik,sengketa atau permusuhan yang seringkali mengganggu keharmonisan antar teman.Itu juga yang sering saya temui saat saya berinteraksi dengan banyak orang.Berbagai masalah datang dan pergi silih berganti yang menuntut untuk bijak dalam menyikapinya.

Di tempat kerja selalu saja ada masalah,mulai dari kesalahpahaman,masalah kecil yang dibesar-besarkan,adanya persaingan,pertikaian dan lain sebagainya.Alhamdulillah,walau terkadang saya ada di dalam pusarannya juga,saya bisa melewatinya dengan baik tanpa konflik yang berkepanjangan.Semua masalah pasti ada jalan keluarnya,itu yang menjadikan saya selalu ingin menyelesaikan segala masalah dengan baik.

Sebenarnya saya juga bukan orang yang baik-baik amat,tetapi saya  selalu mencoba menjadi orang baik.Dalam bergaul saya selalu mencoba berbuat baik dan tak mau menyusahkan apalagi merugikan orang lain.Dalam bergaul selalu dituntut sabar dan ikhlas,belajar mengerti karakter sendiri dan juga karakter orang lain.Hal ini penting sekali.Saya harus belajar bersimpati dan berempati,bukan antipati.

Ketika saya bertemu dengan orang yang tidak menyenangkan atau menjengkelkan lebih baik saya pergi dan mencoba tak terlalu terlibat dengannya.Kalaupun harus terlibat dengannya sebisa mungkin saya menahan emosi dan bertindak dengan baik dan benar.Orang-orang yang tidak menyenangkan akan selalu  ditemukan di manapun berada,yang penting saya sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menjadi yang terbaik dalam setiap pergaulan.

Sebagai seorang guru saya juga tidak mau berkonflik dengan orang lain,baik itu dengan murid ataupun dengan teman dan atasan.Sebisa mungkin saya selesaikan masalah yang ada hingga tak berlarut-larut dibuatnya.Pokoknya saya adalah orang yang bertipe 'lu jual gua kagak beli',biar dagangan orang yang nawarin tidak laku dan basi.He he,dari pada bertengkar dan berkelahi,mending saya melakukan kegiatan lain yang baik dan bisa mendatangkan kebaikan untuk saya dan juga orang lain.

Saya adalah tipe orang yang mencari kenyamanan dalam bekerja,oleh karena itu sebisa mungkin saya menghindari konflik yang terlalu jauh dengan orang lain.Konflik itu bisa mengganggu kinerja saya dan membuat saya menjadi tidak betah bekerja,makanya saya harus bisa menyelesaikan masalah dengan cepat dan baik.Saya memang seorang guru culun,guru culun yang tidak mau berkonflik.

Sabtu, 02 April 2016

Museum Prasasti Batu Tulis Bogor

Museum Prasasti Batu Tulis Bogor

Bogor ternyata menyimpan banyak peninggalan bersejarah,mulai dari era pra sejarah,sejarah kerajaan seperti Pajajaran,era Belanda,Jepang,Kemerdekaan hingga era kekinian.Salah satu situs bersejarah yang patut dikunjungi adalah Museum Prasasti Batu Tulis yang berada di jalan Batu Tulis,seberang istana milik keluarga Presiden Soekarno yang biasa disebut istana Batu Tulis.

Museum Prasasti Batu Tulis adalah sebuah museum yang berisi beberapa benda bersejarah peninggalan Kerajaan Pajajaran.Di dalam situs Batu tulis yang berada di sebuah bangunan kecil ini terdapat sebuah batu bertuliskan huruf caraka dengan bahasa Sunda Kuno,dari sinilah asal mula situs ini disebut dengan nama situs Batu Tulis.Di dalam bangunan ini juga terdapat tulisan yang ditulis di secarik kertas berpigura yang menjelaskan tentang bacaan dan arti dari batu bertulis tersebut.

Selain terdapat batu tulis yang mengisahkan tentang seorang raja Pajajaran,di dalam bangunan kecil museum ini terdapat juga beberapa batu lainnya seperti batu lingga,batu tapak yang terdapat bekas kaki,dan juga sebuah batu senderan.Di luar bangunan utama terdapat beberapa batu lain,antara lain batu lingga dan juga banyak batu-batu dengan berbagai ukuran yang terletak bertumpuk menyerupai tumpukan sebuah makam.

Situs Museum Batu tulis ini dijaga oleh penduduk sekitar yang mengaku menjaga situs tersebut secara turun temurun.Sayangnya sang penjaga kurang mengetahui sejarah situs ini dengan baik,sehingga tak banyak informasi yang bisa diperoleh darinya.Sementara informasi lain yang nerupa tulisan juga sangat minim.Minimnya informasi yang bisa didapatkan dari museum ini sangat disayangkan sekali,sehingga banyak orang yang menyalahgunakan kedatangan mereka,yang kadang melenceng dari tujuan semula yang hendak mengenal sejarah.

Aroma bau harum minyak wangi tercium di batu yang sudah berusia ratusan tahun tersebut,seperti layaknya di sebuah makam.Hal ini terjadi karena memang ada orang yang menyiramkannya pada batu tulis tersebut.Sangat disayangkan,karena minyak wangi tersebut bisa saja  merusak keaslian batu tulis yang termasuk benda cagar budaya yang semsestinya dilindungi tersebut.

Ketika penulis berkunjung ke situs Museum Prasasti Batu tulis ini sang penjaga langsung bertanya apakah saya hendak berziarah?.Dengan tegas saya mengatakan bila saya hanya berkunjung dan ingin tahu lebih banyak tentang situs batu ini.Tak lama,ada juga dua orang lelaki yang masuk ke dalam situs dan melakukan ritual yang justru jauh sekali dengan apa yang semestinya dilakukan pada situs batu peninggalan Kerajaan Pajajaran tersebut.

Situs Museum Prasati Batu Tulis Bogor sudah selayaknya dijaga dan dirawat dengan baik,agar situs ini tetap lestari dan tidak disalahngunakan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak berkepentingan dengan situs ini.Kalau bisa ditambahkan beberpa informasi penunjang yang penting bagi setiap pengunjung,sehingga situs ini benar-benar menjadi museum bersejarah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,terutama bagi penggemar sejarah Kerajaan Pajajaran khususnya dan Nusantara pada umumnya.


Museum Prasasti Batu Tulis-Bogor

Kamis, 31 Maret 2016

Makam Tubagus Pangeling (Leuwinanggung-Depok)

Makam Tubagus Pangeling (Leuwinanggung-Depok)

Bagi warga Depok dan sekitarnya yang suka wisata ziarah dan sejarah,pasti akan tahu siapa sebenarnya Tubagus Pangeling.Beliau adalah seorang ulama sekaligus pejuang kemerdekaan yang hidup sekitar tahun 1600 an akhir hingga awal 1700  an.Beliau adalah seorang yang dianggap sebagai waliyullah yang merupakan anak dari Sultan Banten,yang merupakan keturunan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati.Beliau berjasa besar karena perjuangannya ketika berperang melawan penjajah Belanda sambil mensyiarkan ajaran agama Islam di kawasan Depok,Bogor dan sekitarnya

Makam Tubagus Pangeling terletak di Kelurahan Leuwinanggung,Tapos Depok.Dari Cibubur makam ini bisa dijangkau dengan angkot 79 dan dari Cibinong angkot 68.Makam beliau berada tidak jauh dari pertigaan Lewinanggung.Dari pertigaan ini para pengunjung bisa melanjutkan perjalanan kurang lebih 10 menit bagi yang berkendara,namun akan lebih lama lagi bagi yang berjalan kaki.Dari pertigaan Leuwinanggung ke makam Tubagus Pangeling tidak ada angkutan lain selain ojek.

Apabila sampai di makam Tubagus Pangeling,maka akan terlihat sebuah bangunan yang terletak di sebuah pemakaman yang tak seperti pemakaman pada umumnya.Makamnya terletak di sisi sungai Cikeas dengan aneka pepohonan yang masih cukup rindang dan lumayan sejuk.Suasana tenang dan damai akan didapati begitu kaki menginjakkan kaki ke makam yang terdapat di sebuah bangunan yang menyerupai rumah yang lumayan cukup besar,bersih dan terawat dengan baik sehingga para peziarah bisa berziarah dengan tenang.

Di samping makam Tubagus Pangeling terdapat beberapa makam ulama dan pejuang lainya yang turut berjuang bersama-sama Tubagus Pangeling,salah satunya adalah makam Mbah Besot (Mbah Bethot).Untuk lebih jelasnya bisa ditanyakan langsung pada juru kunci atau penjaga makam keramat tersebut.

Rabu, 30 Maret 2016

Guru Bahasa Jepang Yang Jarang

Guru Bahasa Jepang Yang Jarang

Banyak sekali tawaran mengajar Bahasa Jepang di sekolah-sekolah,karena banyak sekolah yang tadinya mempunyai program atau mata pelajaran Bahasa Jepang yang ditinggalkan oleh gurunya.Kenapa?,semua karena urusan perut.Gaji guru Bahasa Jepang untuk yang honor itu sama dengan gaji guru honorer lainnya,sedikit namun lama-lama tak juga jadi bukit.Makanya banyak guru Bahasa Jepang yang kabur dan lebih memilih bekerja atau berusaha di bidang lain yang gajinya berlipat-lipat dari mengajar di sekolah.

Sudah gaji kecil,tak ada kepastian diangkat jadi pegawai negeri,kebutuhan hidup banyak dan mendesak,diberi janji melulu,terkadang diperlakukan semena-mena,dipandamg sebelah mata,siapa yang mau hal seperti itu?.Bagi orang yang bisa berbahasa Jepang pastilah lebih memilih bekerja atau berusaha di bidang lain dengan penghasilan yamg lebih besar dan masa depan yang lebih terjamin.Karena banyak yang tidak mau menjadi guru honorer Bahasa Jepang di sekolah-sekolah,maka akibatnya banyak sekolah yang kekurangan guru Bahasa Jepang dan pada akhirnya malah meniadakan mata pelajaran yang satu ini.

Dampak akibat tak adanya guru Bahasa Jepang di sekolah tentu saja  sangat dirasakan oleh para murid.Mereka jadi tidak bisa belajar bahasa yang satu ini.Dampaknya terasa untuk murid-murid yang memang bercita-cita belajar atau bekerja di negeri matahari terbit tersebut.Kalau untuk murid yang merasa tidak memerlukan bahasa asing lain,mungkin tidak masalah.Tapi bagi yang membutuhkan pelajaran bahasa asing lain selain Bahasa Inghris tentu saja menjadi masalah.Kalau di sekolah tak ada gurunya,kadang akhirnya pelajarannya ditiadakan.Bagi mereka yang benar-benar membutuhkannya,maka mereka harus belajar di luar dan harus mengeluarkan uang lebih.

Saya saja yang bukan lulusan pendidikan Bahasa Jepang banyak sekali mendapatkan tawaran mengajar mata pelajaran yang satu ini.Tapi karena terbatasnya waktu atau juga karena alasan lainnya,maka akhirnya dengan terpaksa saya menolaknya.Sebenarnya saya kasihan juga pada anak-anak,terutama pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan mata pelajaran ini.Tapi apalah daya,semua tak bisa saya penuhi karena keterbatasan saya sebagai manusia.

Mimpi Yang Mempunyai Arti Lagi (4)

Mimpi Yang Mempunyai Arti Lagi (4)

1.Mimpi diberi uang

Diberi uang atau mendapatkan banyak uang,siapa yang menolak?.Semua orang pasti ingin diberi uang atau mendapatkan banyak uang.Jangankan dalam kehidupan nyata,di dalam mimpi saja senangnya minta ampun.Tapi,tunggu dulu,kalau mimpi diberi uang atau mendapatkan uang dari orang lain jangan senang dulu,karena itu berarti bahwa orang yang bermimpi demikian akan mendapatkan penyakit atau akan sakit.

Benar gak ya?,banyak orang yang sudah mengartikan arti mimpi diberi uang ini sebagai tanda bahwa yang diberi uang akan menderita sakit.Saya sendiri pernah mengalaminya,di mana setelah bermimpi demikian saya merasakan sakit.

Jadi kalau mimpi diberi uang atau mendapat uang harus sedih atau gembira?.Yang jelas semua tergantung kita.Kalau saya ambil hikmahnya saja,di mana dengan mimpi tersebut kita bisa lebih mawas diri,lebih berhati-hati,menyiapkan diri agar sakitnya tak terlalu menyusahkan,dan tentu saja semakin mendekatkan diri dengan Tuhan Sang Pencipta dengan  banyak-banyak berdo'a dan mohon ampun padanya.

2.Mimpi uang hilang

Uang hilang,siapa yang tidak sedih?.Walau dalam mimpi terkadang sedihnya masih terasa walau sudah bangun dan kembali ke dunia nyata.Lalu,apasih artinya mimpi kehilangan uang itu?.Ternyata arti dari mimpi kehilangan uang mempunyai beberapa arti,salah satunya adalah bahwa itu pertanda kita akan mendapat rizki yang tidak disangka-sangka.Itu yang sudah saya alami dan benar-benar sudah terjadi dalam hidup saya.

Selasa, 29 Maret 2016

Pangeran Ardisela (Mbah Raden Ardisela)

Pangeran Ardisela (Mbah Raden Ardisela)

Bagi warga Desa Tuk Karangsuwung,Kecamatan Lemahabang Cirebon, nama Pangeran atau Raden Ardisela,atau yang biasa disebut dengan nama Mbah Ardisela bukanlah nama yang asing.Beliau adalah seorang pemimpin wilayah,ulama,sekaligus pejuang yang makamnya ada di desa ini.Selain bukan nama asing bagi warga Tuk Karangsuwung,nama Mbah Raden Ardisela juga sangat akrab di telinga warga Buntet Pesantren dan pesantren-pesantren yang ada di sekitarnya,termasuk para santri yang berasal dari berbagi daerah di Indonesia dan masyarakat banyak pada umumnya.

Mbah Raden Ardisela tak lain adalah murid sekaligus teman seperjuangan Mbah Muqoyim dan Kiai Ardisela dalam melawan penjajahan Belanda juga dalam menyiarkan ajaran agama Islam.Awalnya Mbah Raden Ardisela ini dikira sama dengan Kiai Ardisela.Tapi yang sebenarnya keduanya adalah dua orang yang berbeda,salah satu petunjuknya adalah bahwa Mbah Raden Ardisela usianya jauh lebih muda dari Mbah Muqoyim dan Kiai Ardisela,silsilah yang berbeda antara Mbah Raden Ardisela dan Kiai Ardisela,beda profesi atau jabatan,dan beberapa perbedaan lainnya.

Bila Mbah Muqoyim aktif di Keraton Kanoman dan merupakan ulama Keraton Kanoman atau mufti,maka Mbah Raden Ardisela aktif di Keraton Kasepuhan,dua Keraton yang sama-sama ada di Cirebon.Saat itu kesultanan Cirebon memang telah lama dibagi dua guna menengahi konflik antara dua putra Sultan Cirebon yang merasa sama-sama berhak menjadi sultan di Kesultanan Cirebon.

Sebenarnya Mbah Raden Ardisela adalah seorang pemimpin wilayah setingkat kawedanaan atau yang biasa disebut kademangan.Wilayah yang dipimpin oleh Mbah Raden Ardisela tersebut berada di bawah Kesultanan Kasepuhan Cirebon.Jabatan sebagai demang ini dimanfaatkan oleh Mbah Raden Ardisela dengan baik,terutama untuk melindungi rakyat Cirebon yang saat itu tertindas oleh pihak penjajah.

Di dalam keraton Mbah Raden Ardisela berpura-pura menjadi teman para penjajah,sementara di luar keraton,beliau terus berjuang melawan penjajah. Agar tak diketahui oleh pihak Belanda,Mbah Raden Ardisela terkadang menggunakan nama alias agar tak dikenali dan dicurigai oleh pihak penjajah.Beliau terkadang harus  menanggalkan semua atribut kebangsawanannya dan mengganti namanya dengan nama lain ketika berperang melawan penjajah Belanda.

Ketika Mbah Muqoyim mendirikan pesantren Buntet,Mbah Ardiselapun ikut andil dengan turut membantu pembangunan pesantren dan ikut berjuang menyelamatkan Pesantren Buntet yang kala itu menjadi target sasaran Belanda untuk dihancurkan.Pesantren pada saat itu memang tak sedikit yang dihancurkan Belanda,mengingat pesantren saat itu sering dijadikan sebagai lembaga pendidikan sekaligus sebagai pusat perlawanan terhadap penjajah.

Semasa hidupnya,Mbah Raden Ardisela abdikan apa yang dimilikinya untuk kepentingan orang banyak dan juga demi tegaknya syiar Islam.Hingga akhir usianya Beliau habiskan waktu,tenaga dan hartanya untuk berjuang melawan penjajah Belanda.

Ketika wafat,Mbah Raden Ardisela dimakamkan di desa Tuk Karangsuwung yang merupakan desa di mana beliau tinggal bersama istri dan anak-anaknya.Makam beliau terletak berdekatan dengan makam Mbah Muqoyim yang dimakamkan di desa yang sama,namun di pemakaman yang berbeda.Hingga saat ini makam Mbah Raden Ardisela banyak dikunjungi oleh para peziarah dari berbagi macam daerah,termasuk para santri Pesantren Buntet dan pesantren-pesantren di sekitarnya.

Mbah Raden Ardisela (22)

Perang Mbah Raden Ardisela Melawan Penjajah

Mbah Raden Ardisela yang seorang pemimpin,tak mau begitu saja tunduk dan patuh pada pihak penjajah.Secara diam-diam beliau tetap berjuang melawan penjajah yang suka bertindak dengan sewenang-wenang tersebut.Perang yang dilakukan oleh  Mbah Raden Ardisela dan pejuang lainnya dalam melawan penjajah dilakukan secara terbuka,atau juga perang gerilya.

Ketika berperang,selain namanya berganti dengan nama lain,sebisa mungkin beliau menutupi jejak siapa sebenarnya beliau.Hal ini beliau lakukan agar pihak musuh tak bisa mengenalinya,karena bila pihak musuh mengetahuinya maka akan dengan mudah pihak penjajah menangkapnya.Menutupi identitas adalah salah satu hal yang Mbah Raden Ardisela lakukan,sehingga beliau tetap bisa bekerja dengan baik untuk  mensejahterakan masyarakat yang dipimpinnya.
Perang terbuka atau perang gerilya yang dilakukan oleh Mbah Raden Ardisela bersama ulama,santri,tokoh masyarakat,dan masyarakat banyak pada umumnya berlangsung dalam waktu yang cukup lama.Perang yang dilakukan oleh Mbah Raden Ardisela dan masyarakat lainnya itu tak hanya berlangsung sebulan dua bulan atau setahun dua tahun,tetapi hingga beberapa tahun.
Lambat laun pihak musuh mengetahui juga siapa dan apa yang dilakukan Mbah Raden Ardisela.Hal ini membuat pihak musuh semakin gencar mengincar Mbah Raden Ardisela untuk ditangkap dan dipenjarakan.Walau demikian perjuangan dan perlawanan terhadap penjajah Belanda tetap dilakukan dengan siasat yang begitu cermat,sehingga Belanda tidak bisa menangkap Mbah Raden Ardisela dengan mudah.

Sabtu, 26 Maret 2016

Pesantren-Pesantren Yang Didirikan Oleh Keturunan Syeikh Syarif Hidayatullah

Pesantren-Pesantren Yang Didirikan Oleh Keturunan Syeikh Syarif Hidayatullah

Ternyata Syekh Syarif Hidayatullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati,banyak menurunkan generasi-generasi yang perduli pada perkembangan ajaran agama Islam.Salah satu buktinya adalah dengan banyaknya pesantren-pesantren yang didirikan oleh keturunan Syeikh Syarif Hidayatullah.Berikut adalah pesantren-pesantren yang didirikan oleh keturunan Syeikh Syarif Hidayatullah,yang sudah berdiri sejak ratusan tahun lalu namun masih bertahan hingga sekarang atau juga yang baru berdiri.

1.Cirebon

Pesantren Buntet,Pesantren Pesawahan,Pesantren Babakan Ciwaringin,Pesantren Balerante,Pesantren Gedongan,Pesantren Benda Kerep,Pesantren Kempek

2.Sumedang

Pesantren Asyrofuddin (Ardi Sela Singa Naga)

3.Ponorogo

Pondok Pesantren Gontor,di mana pesantren ini sudah mempunyai cabang hingga 20 pesantren,yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.

4.Karawang Dan Purwakarta

Pesantren Salafiyah Sempur (Plered)

5.Bogor Dan Depok

Pesantren Bakom (Ciawi),Pesantren Tubagus Pangeling (Tapos),Pesantren Al Falak (Pagentongan)

6.Banten

Pesantren Nadwatul Ulum (Cempaka),Pesantren Kadupeusing

*Pesantren-pesantren lainnya yang masih banyak dan akan ditulis nanti

Jumat, 25 Maret 2016

Makam Habib Empang Bogor

Makam Habib Empang Bogor

Di Kota Bogor terdapat beberapa makam wali,ulama,pejuang atau makam leluhur yang sering dikunjungi oleh banyak orang.Tak hanya pengunjung dari Kota Bogor saja,pengunjung dari luar kota juga banyak yang datang berkunjung ke makam-makam tersebut.Salah satu makam yang menjadi tujuan para pengunjung yang hendak berziarah atau sekedar ingin mengenal lebih dekat sang tokoh adalah makam Habib Abdullah yang berada di kawasan Empang Kota Bogor.

Habib Abdullah adalah seorang habib,ulama yang datang dari Hadramaut sekitar tahun 1800 an.Beliau menyebarkan ajaran agama Islam di sekitar Kota Bogor.Nama tempat beliau menetap hingga akhir hayatnya adalah Kampung Empang,tak ayal akhirnya beliau dikenal juga sebagai Habib Empang.Orang-orang banyak menyebut makam Habib Abdullah ini dengan sebutan makam keramat Habib Empang.

Lokasi makam Habib Empang tidak terlalu jauh dari kawasan Kebun Raya Bogor.Dari Kebun Raya para pengunjung bisa naik ojek atau angkot.Biasanya titik poin untuk menuju makam ini adalah pusat perbelanjaan BTM,di mana dari kawasan ini pengunjung bisa naik ojek  atau oangkot yang menuju makam Habib Empang.Selain dengan naik kendaraan,sebenarnya berjalan kaki juga bisa,dari BTM waktu yang dibutuhkan tidak terlalu lama.Perjalanan yang ditempuh hanya sekitar 5 menit,karena jarak makam tersebut dari BTM ini hanya beberapa ratus meter saja.

Makam Habib Empang terdapat di sebuah bangunan yang terletak di belakang sebuah masjid yang dahulu didirikan oleh sang Habib.Di dalam sebuah bangunan yang mirip rumah tersebut makam Habib Abdullah terletak berdampingan beserta anak-anak dan muridnya.Hampir setiap hari makam ini ramai dikunjungi oleh para peziarah.Di sekitar masjid dan makam Habib Empang terdapat beberapa penjual aneka keperluan ziarah,barang-barang khas Arab,makanan dan minuman,tasbih,buku-buku dan lain sebagainya,yang memang banyak dibutuhkan oleh para pengunjung atau peziarah

Rabu, 23 Maret 2016

Sawi Putih Si Pengusir Asam Urat

Sawi Putih Si Pengusir Asam Urat

Asam urat,siapapun yang terkena penyakit ini pasti akan dibuat kesakitan dibuatnya.Untuk tingkat asam urat yang tidak terlalu parah saja sakitnya minta ampun,apalagi yang sudah dalam kategori parah dengan asam urat tinggi,sakitnya pasti bikin nyut-nyut hingga kalut(he he,lebay dikit seperti biasa).Mengeluh atau mengaduh kesakitan karena penyakit yang kelihatannya enteng namun cukup menyiksa ini sudah jadi hal yang biasa.

Penulis yang memang akrab dengan penyakit asam urat ini sering juga merasakan hal yang sama.Akibat salah makan makanan yang seharusnya tak dimakan seperti emping melinjo,daun singkong,jerohan dan lain sebagainya.Untuk sakit jangan ditanya.Bergerak saja sulit apalagi berjalan.Sakitnya di kaki tapinterasa seliruh badan.

Untunglah,saya menemukan obat mujarab yang berasal dari makanan sehari-hari yang kita makan.Ternyata salah satu obat asam urat adalah sawi putih.Ya,sawi putih yang biasa dimasak sebagai sayur untuk lauk ini memang berkhasiat sebagai obat asam urat.Caranya juga cukup simpel,cukup dimasak sebagai sayur dan bisa dinikmati sebagai makanan biasa namun dengan khasiat sebagai obat yang mujarab.

Sawi putih si pengusir asam urat,mendapatkannya mudah,membuatnya mudah,memakannya mudah,harganya murah.Sawi putih sebagai makanan biasa namun dengan khasiat yang istimewa.

Selasa, 22 Maret 2016

Guru Yang Akun Medsosnya Banyak

Guru Yang Akun Medsosnya Banyak

Sebagai guru katanya kita itu jangan sampai gaptek alias gagap teknologi (kita,saya saja kali ya).Karena sekarang itu eranya internet dan juga media sosial atau medsos,maka kita juga harus akrab dengan dunia kekinian tersebut.Kalau gaptek,bisa-bisa ketinggalan zaman dan jadi bahan cemoohan orang-orang.

Sebagai guru saya juga tidak mau ketinggalan zaman.Di era media online ini saya juga tidak mau kalah dengan orang lain.He he,agar tidak kalah sampai-sampai akun media sosial saya seluruhnya itu berjumlah belasan.Ada yang aktif,ada juga yang agak aktif,namun ada juga yang sudah tidak aktif karena berbagai macam alasan.

Semua akun saya itu tergantung kebutuhan atau keinginan saya.Akun yang satu dengan akun yang lain biasanya mempunyai kekhususan tersendiri dan berbeda satu sama lainnya.Ada akun yang saya banget,ada juga akun yang bukan saya banget.Ada akun yang buat senang-senang semata,ada juga akun yang digunakan untuk membaca atau keperluan penting lainnya.Semua tergantung tujuan saya menggunakan akun tersebut.

Secara garis besar akun saya ada yang khusus untuk teman-teman yang saya kenal di dunia nyata,ada akun khusus teman-teman yang hanya kenal di dunia maya,atau juga perpaduan keduanya.Ada akun khusus berbagi informasi dan berita untuk teman,orang,lembaga,dan lain sebagainya.He he,akun abal-abal alias gak jelas gitu juga ada,tapi semua masih dalam batas wajar dan bisa dipertanggungjawabkan.Semua akun saya Insya Allah ada manfaatnya,baik buat saya maupun orang lain.

Dengan banyak akun ini saya bisa banyak mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang beragam,yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari.Banyak info atau berita yang saya dapat,mulai dari informasi tentang teman,keluarga,saudara,orang lain,publik figur,lembaga pemerintah dan swasta,surat kabar,klub atau kelompok tertentu,dan lain sebagainya.

Punya akun banyak tak mengapa,yang penting tidak mengganggu aktifitas saya dan juga tidak merugikan orang lain.Setuju?.

Jalan-Jalan Ke Sumedang

Jalan-Jalan Ke Sumedang

Sumedang,kota yang terkenal dengan tahunya yang lezat ini ternyata kaya akan tempat wisatanya.Alamnya yang indah benar-benar memanjakan mata,udaranya yang lumayan sejuk benar-benar nyaman untuk dijelajahi.Jadi tunggu apalagi,ayomberkunjung ke Sumedang.Kota Sumedang yang terletak di pegunungan ini menawarkan aneka obyek wisata,mulai wisata alam,wisata pendidikan dan sejarah,hingga wisata kulinernya yang menggoda.

Pegunungan atau perbukitan adalah salah satu wisata alam yang bisa  dinikmati bila datang ke kota Sumedang ini.Sepanjang mata memandang,di kiri kanan banyak sekali bertebaran bukit-bukit atau gunung yang menghijau indah dan benar-benar menyejukkan mata.Selain bukit dan gunung,situ atau danau juga tersedia.Salah satu danau yang baru dibuka adalah Danau atau waduk Jati Gede.

Selain kaya akan wisata alam,Sumedang juga kaya akan tempat wisata pendidikan dan sejarah.Wisata pendidikan dan sejarah dapat ditemui di kota yang terkenal dengan kesenian kuda jogetnya ini,seperti adanya Museum Geusan Ulum,Taman Endog,Monumen Lingga,Gua Jepang,Makam Cut Nyak Dien dan makam tokoh-tokoh penting lainnya.Semua tempat wisata tersebut dapat dengan mudah dijangkau dari berbagai arah dengan sarana tranportasi yang sudah cukup memadai.

Bagi yang suka wisata kuliner,Sumedang juga menawarkan aneka makanan yang lezat dan menggugah selera.Kuliner Sumedang yang sudah terkenal adalah tahu Sumedang yang sudah tersohor hingga ke mancanegara.Selain tahu,Sumedang juga kaya akan kulinernya yang menggoda selera,di mana jenis makananya tidak jauh beda dengan makanan Sunda seperti kota-kota Pasundan lainnya,seperti pepes ikan,sayur asem dan aneka sambal dan lalabannya,dan lain sebagainya.


Monumen Lingga yang ada di alun-alun Sumedang


Bunderan Sumedang (BunSu) yang semakin cantik


Minggu, 20 Maret 2016

Mbah Raden Ardisela (26)

Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim,Bersatunya Ulama dan Umaro

Walaupun mempunyai ilmu agama yang banyak dan bisa dikategorikan sebagai ulama,tapi Mbah Raden Ardisela lebih dikenal sebagai seorang pemimpin wilayah atau demang yang saat itu memimpin wilayah setingkat di atas kecamatan.Mbah Raden Ardisela diposisikan sebagai umaro.Walau sebagai seorang pejabat yang memegang pangkat sebagai mufti Kesultanan Kanoman Cirebon,namun karena posisi tersebut dilepaskan dan akhirnya Mbah Muqoyim lebih banyak berkecimpung dalam dunia dakwah,maka Mbah Muqoyim bisa diposisikan sebagai ulama.

Bersatunya ulama dan umaro dalam memajukan masyarakat adalah hal yang memang sangat diperlukan sekali,baik itu pada masa lalu,masa kini maupun masa yang akan datang.Bersatunya ulama dan umaro adalah sesuatu yang sudah seharusnya dilakukan oleh siapa saja yang memegang tampuk kekuasaan atau juga siapa saja yang sudah mendapat kepercayaan dari masyarakat dalam bidang keagamaan.Karena tanpa adanya persatuan dan kerja sama antara ulama dan umaro pasti akan  menimbulkan kekacauan.

Sejarah pendirian Pesantren Buntet tak lepas dari sikap Mbah Muqoyim sebagai ulama yang ingin memajukan masyarakat agar bisa hidup lebih layak dengan pendidikan yang berlatar belakang agama,di mana saat itu pendidikan menjadi hal yang langka dan mewah di tengah masa penjajahan Belanda.Mbah Raden Ardisela yang bertindak sebagai seorang umaro juga bersikap yang sama,yaitu ingin pula memajukan masyarakat yang dipimpinnya agar bisa hidup lebih sejahtera,termasuk dalam bidang pendidikan.Hal ini beliau wujudkan dengan cara mendukung langkah Mbah Muqoyim dalam mendirikan pesantren.

Aneka masalah dan kesulitan yang dihadapi oleh Mbah Muqoyim dalam pendirian pesantren menjadi tanggung jawab Mbah Raden Ardisela juga.Sebagai seorang umaro,beliau mau menolong,melindungi dan membela Mbah Muqoyim yang saat itu menjadi incaran penjajah Belanda untuk ditangkap dan dihukum karena sikapnya yang anti penjajah.Bahkan walau nyawa sebagai taruhannya,Mbah Raden Ardisela tak perduli dan tak takut mati.Karena itulah ciri pemimpin sejati,rela berkorban demi kemashlahatan banyak orang.

Mbah Raden Ardisela beserta Mbah Muqoyim adalah contoh nyata bersatunya ulama dan umaro,yang mau bekerja sama dan bahu membahu dalam memajukan mayarakat.Dan terbukti,walau sudah berlalu ratusan tahun lebih dari masa hidup keduanya,apa yang keduanya usahakan bersama tersebut masih bisa dirasakan oleh generasi selanjutnya.

Mbah Raden Ardisela (17)

Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim,Bersahabat Hingga Akhir Hayat

Berteman karena Allah swt,itulah yang dilakukan oleh Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim.Keduanya dipertemukan bukan hanya karena leluhur yang sama,yaitu Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati,tapi juga oleh kesamaan tujuan,yaitu mencari ridho Allah swt.Hubungan murid dan guru,berteman lalu akhirnya bersahabat dan berjuang bersama-sama,bahkan hingga akhir hayat keduanya.

Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim adalah dua kerabat sekaligus sahabat yang sangat setia satu sama lain.Keduanya saling membantu,saling menolong,saling menjaga,saling memberi dan menerima,juga saling melindungi.Keduanya saling bahu membahu demi tujuan yang mulia,benar-benar sebuah persahabatan yang indah.

Berbagai persoalan mereka hadapi bersama,sehingga aneka masalah dapat terpecahkan dan terselesaikan dengan baik.Suka dan duka keduanya lalui bersama dan keduanya bisa saling menguatkan satu sama lain,sehingga aneka masalah dan persoalan dapat diselesaikan dengan benar.

Banyak kisah atau cerita yang menjelaskan tentang persahabatan keduanya.Mulai kisah tentang perjuangan keduanya dalam melawan penjajah,tentang upaya penyelamatan diri dan masyarakat dari kekejaman penjajah,tentang pendirian Pesantren Buntet,Pesantren Tuk Karangsuwung dan segala permasalahannya,dan lain sebagainya.

Persahabatan Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim berlangsung lama,mulai usia muda hingga lanjut usia.Keduanya hidup bersahabat,berjuang bersama-sama,hingga matipun tak ingin jauh terpisah.Keduanya bersahabat dan mengisi persahabatan itu karena Allah swt,sebuah persahabatan yang indah,persahabatan yang penuh berkah.

Makam Mbah Raden Ardisela dan Mbah Muqoyim yang terletak di Desa Tuk Karangsuwung,Kecamatan Lemahabang Kabupaten Cirebon adalah saksi bisu persahabatan keduanya.Dimakamkan di pemakaman yang terpisah,namun tak berjauhan dan masih di wilayah yang sama.Dimakamkan di tanah yang dulu menjadi tempat untuk menyusun aneka strategi dakwah Islam dan perang melawan Penajajah.

Jumat, 18 Maret 2016

Berkunjung Ke Empat Keraton Cirebon

Berkunjung Ke Empat Keraton Cirebon

Selain dikenal sebagai kota udang,kota wali,kota santri,kota wisata dan budaya,Kota Cirebon juga dikenal sebagai kota sejarah.Di Cirebon banyak sekali terdapat peninggalan-peninggalan bersejarah,baik itu berupa benda maupun tak benda yang bernilai sejarah.Di antara peninggalan benda yang bersejarah tersebut adalah keraton.

Di Cirebon terdapat empat buah keraton yang bisa dikunjungi oleh para pengunjung dengan harga tiket yang tidak terlalu mahal.Jadi sangat cocok untuk dikunjungi oleh siapa saja,terutama untuk pelajar sebagai media pembelajaran sejarah secara langsung.Keempat keraton tersebut adalah Keraton Kasepuhan,Kanoman,Kacirebonan dan Keprabonan.

Keraton pertama adalah Keraton Kasepuhan.Keraton ini adalah keraton yang didirikan pertama kali dibandingkan keraton lainnya.Ketika Kesultanan Cirebon dibagi dua,maka keraton ini diperuntukkan untuk anak sultan yang ke satu.Oleh karena itu Keraton ini disebut Keraton Kasepuhan yang dipimpin oleh Sultan Sepuh.Keraton Kasepuhan adalah keraton yang terbesar,paling terawat dan paling menarik untuk dikunjungi.Hampir tiap hari keraton tertua di Cirebon ini selalu ramai dikunjungi oleh para pengunjung,baik oleh pengunjung dari dalam negri maupun luar negri.

Keraton kedua adalah Keraton Kanoman.Keraton ini adalah keraton kedua yang dibangun di Cirebon yang diperuntukkan anak kedua dari Sultan Cirebon.Karena keraton ini lebih baru dan diperuntukkan untuk anak kedua,Maka dari itu akhirnya keraton ini akhirnya diberi nama Keraton Kanoman.Sayangnya keraton ini terletak di belakang pasar sehingga akses masuk ke keraton ini agak sulit,terutama bagi pengunjung rombongan yang membawa kendaraan besar.

Keraton ketiga adalah Keraton Kacirebonan.Keraton ini adalah keraton yang paling muda di antara keraton-keraton lain yang ada di Cirebon.Bila dibandingkan dengan Keraton Kasepuhan dan Kanoman,keraton ini jauh lebih kecil bentuknya.Tapi walau tidak terlalu besar,Keraton Kacirebonan juga tetap layak dikunjungi karena memang bernilai sejarah juga.

Keraton keempat adalah Keraton Keprabonan.Sebenarnya Keprabonan bukanlah sebuah keraton melainkan sebuah perguruan yang biasa digunakan untuk belajar mengajar para warga keturunan keraton dan juga masyarakat umum lainnya.Bangunannyapun sangat kecil dan tidak menampakkan kesan sebuah keraton seperti keraton-keraton pada umumnya.
Itulah empat keraton yang ada di Cirebon.Selamat berkunjung.


Keraton Kasepuhan Cirebon

Mimpi Yang Mempunyai Arti Lagi (3)

Mimpi Yang Mempunyai Arti Lagi (3)

Kali ini saya ingin berbagi mimpi yang mempunyai arti lagi.Mimpi saya kali berkaitan dengan mimpi pencuri dan kehilangan barang berharga dan barang tersayang.

1.Mimpi rumah kemasukan pencuri

Sekali waktu saya bermimpi jika rumah saya yang di kampung halaman dimasuki oleh tamu tak diundang alias pencuri.Mimpi pertama saya hanya berfikir bila mimpi saya tersebut hanyalah bunga tidur semata.Namun ketika mimpi itu berulang hingga tiga kali,barulah saya berfikir jika mimpi saya tersebut mempunyai arti.

Karena saya yakin bila mimpi saya bukanlah bunga tidur semata,akhirnya saya mencari tahu arti mimpi tersebut.Dari situ saya tahu jika saya ternyata mimpi saya tersebut berarti bila rumah saya akan kemasukan ular.Dan benar saja,beberapa bulan setelah mimpi tersebut di halaman dan di rumah saya dimasuki oleh ular yamg jumlahnua tidak sedikit,belasan ekor.

Rumah saya memang kosong dan hanya saya tempati ketika saya pulang kampung saja.Jadi tak aneh bila ular bisa begitu leluasa bermain-main di dalam dan di halaman rumah.Berbagai cara saya lakukan agar ular-ular tersebut mauergi dan merasa takut untuk kembali.

2.Mimpi barang kesayangan atau berharga hilang dicuri

Mimpi lain yang terjadi berulang kali adalah mimpi tentang barang berharga atau barang kesayangan saya hilang dicuri orang.Mimpi ini juga datang leboh dari sekali.Mau tidak mau sayapun mencari tahu arti mimpi tersebut untuk berjaga-jaga agar saya tidak terlalu kaget menghadapi apa-apa yang akan terjadi.

Dari buku arti mimpi yang saya baca akhirnya saya tahu jika mimpi kehilangan suatu barang karena dicuri itu berarti saya akan mendapatkan kesedihan atau kesusahan.Terbukti?,ya terbukti.Setelah saya bermimpi kehilangan barang saya karena dicuri itu,memang akhirnya saya  dirundung aneka masalah yang membuat saya sedih dan susah hingga beberapa lama.

Wallahua'lambisshowab

Rabu, 16 Maret 2016

Mending Jadi Guru SBK Daripada Guru Bahasa Jepang

Mending Jadi Guru SBK Daripada Guru Bahasa Jepang

He he,namanya juga guru serabutan,maka sayapun sudah terbiasa mengajar aneka mata pelajaran.Di SMA,sekarang ini saya sedang mengajar dua mata pelajaran sekaligus,yaitu Bahasa Inggris dan Jepang.Tetapi karena guru SBK ada yang mengundurkan diri dan belum ada penggantinya,maka saya kembali ditunjuk sebagai pengganti sementara hingga tahun ajaran baru tiba.Mau tidak mau saya sebagai penggantinya.

Saat ini saya kebagian mengajar anak-anak kelas 12 yang sebentar lagi mau lulus.Kelas 12 IPA dan IPS semuanya saya yang mengajar.Ternyata banyak murid yang lebih suka saya mengajar SBK daripada saya mengajar Bahasa Jepang.Kenapa?,kata mereka saya kalau mengajar Bahasa Jepang galak,tegas dan tak kenal kompromi,sementara kalau saya mengajar SBK saya itu asyik sekali,santai,dan tidak galak.Mereka meminta saya mengajar SBK saja.Kata mereka saya itu mending jadi guru SBK daripada guru Bahasa Jepang.

He he,tiap mata pelajaran memang mempunyai 'ruh'nya tersendiri.Ketika mengajar Bahasa Jepang saya memposisikan diri sebagai orang yang sedikit banyak terpengaruh kebudayaan Jepang yang disiplin,tegas dan  bertanggung jawab.Saya ingin anak-anak belajar budaya Jepang yang bernilai positif tersebut,karena memang patut untuk mereka pelajari dan  karena memang sangat berguna saat mereka belajar di sekolah dan  ketika mereka terjun di masyarakat nanti.

'Ruh'nya SBK sebenarnya juga tak jauh beda dengan mata pelajaran lain,tapi di sini saya menekankan agar anak-anak bersikap dan berlaku kreatif.Terkadang saya menciptakan atmosfir seolah-olah di sebuah sanggar atau di komunitas seni dengan segala aktifitasnya yang santai namun tetap bertanggung jawab.Terkadang saya juga menciptakan suasana kelas seperti di sebuah industri kreatif yang dibatasi oleh aturan tertentu,karena memang seperti itulah dunia seni yang pernah saya geluti.

Dua mata pelajaran yang berbeda dan dua 'ruh' yang berbeda pula.Di situlah seninya mengajar.Saya tampil sebagai guru sesuai  dengan mata pelajaran yang saya ajarkan tapi tetap pada koridor yang sudah ditentukan.Semua mata pelajaran mengajarkan hal yang sama yang bersifat positif seperti jujur,kerja keras,kerja sama,disiplin,bertanggung jawab dan lain sebagainya.Namun dalam prakteknya ada hal yang penekanannya berbeda,seperti yang saya lakoni saat ini,mengajar mata pelajaran berbeda dan dengan sifat dan sikap yang berbeda ketika mengajar.