Senin, 18 April 2016
Museum Prasasti Jakarta
Jumat, 15 April 2016
Situs Prasasti Ciaruteun Dan Kebon Kopi
Sabtu, 02 April 2016
Museum Prasasti Batu Tulis Bogor
Sabtu, 09 Januari 2016
Museum Tekstil Jakarta
Museum Tekstil Jakarta
Sesekali kalau jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang yang jadi pusatnya tekstil di Indonesia,sempatkanlah mampir ke museum tekstil yang berada tak jauh dari pasar tersebut.Dari pasar ini museum tekstil bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki karena letaknya hanya beberapa ratus meter saja dari Pasar Tanah Abang.Museum ini tepatnya berada di Jalan KS Tubun.
Bangunan Museum Tekstil terlihat sangat berbeda dengan bangunan lain yang berada di sekitarnya yang terlihat baru,sehingga akan dengan mudah sekali kita mengenalinya.Bangunan museum ini adalah bangunan tua yang bersejarah,yang dibangun pada era penjajahan Belanda dengan arsitektur khas Eropa yang cantik dan unik.
Museum Tekstil memamerkan aneka jenis tekstil dari berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai cerita dan sejarahnya yang menarik untuk diketahui lebih detail lagi.Tekstil yang dipamerkanpun beragam dari segi bahan,corak,motif dan warnanya,mulai dari kain batik,tenun,songket dan kain khas Indonesia lainnya.
Di Museum Tekstil juga memamerkan dan mengenalkan beberapa hal yang berkaitan dengan dunia tekstil,misalnya adalah peralatan tenun,peralatan membatik,tumbuhan penghasil warna alami untuk tekstil dan lain sebagainya.
Selain memamerkan aneka jenis kain dari berbagai wilayah Indonesia,Museum Tekstil juga mengadakan kursus membatik yang bisa diikuti oleh siapa saja dari berbagai jenjang usia.Kursus tersebut bisa diikuti secara perseorangan atau kelompok.Banyak sekali orang yang mengikuti program kursus ini,bahkan tak jarang peserta dari luar negeri juga mengikutinya.
Kursus membatik yang diselenggarakan di museum ini bisa diikuti dalam jangka waktu sekali atau beberapa kali,sesuai dengan program yang ingin diikuti.Bagi yang hanya ingin mengetahui sekilas tentang cara membatik,lebih baik mengikuti program singkat sekali pertemuan saja.Tapi bagi yang ingin lebih menguasai keterampilan membatik,maka sebaiknya mengikuti program yang lebih lama sehingga akan mengetahui proses membatik dengan lebih baik dan mendetail.
Untuk biaya tiket masuk tak terlalu mahal,sama halnya seperti masuk ke museum-museum lain yang ada di Indonesia.Demikian pula untuk kursus membatik,biaya yang dibutuhkannya tidaklah terlalu mahal,mulai dari puluhan ribu,ratusan ribu hingga jutaan rupiah,sesuai dengan program membatik yang ingin diikuti.
Jumat, 08 Januari 2016
Museum Monumen Nasional
Museum Monumen Nasional
Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Monas sebenarnya tak hanya menawarkan keindahan tugu yang tinggi menjulang dan emasnya saja,tetapi juga ada hal lain yang menarik.Di Monas ini sebenarnya ada juga sebuah museum yang terletak di bawah atau tugu tersebut.
Di museum yang terdapat di bagian bawah monas itu menampilkan aneka diorama atau patung dengan benda-benda lainnya yang menceritakan tentang keberadaan bangsa Indonesia dan masyarakatnya dari waktu ke waktu.Diorama tersebut ditaruh di dalam kotak kaca dengan penjelasannya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Museum ini sangat cocok sekali sebagai ajang hiburan sekaligus pembelajaran bagi para pelajar atau anak usia sekolah.Di sini mereka bisa melihat-lihat diorama sambil menulis penjelasan yang ada di depannya,atau juga memotretnya untuk dijadikan sebagai referensi bahan belajar di sekolahnya.
Di bagian awal tersaji diorama yang menjelaskan masyarakat Indonesia pada masa bangsa Indonesia belum mengenal baca tulis atau biasa disebut masa pra sejarah.Di sini tak hanya ditampilkan patung-patung orangya saja,tapi juga aneka benda yang digunakan pada saat itu yang terbilang masih sangat sederhana sekali.
Setelah era pra sejarah,diorama selanjutnya menggambarkan era bangsa Indonesia saat masih dikenal sebagai nusantara,di mana Indonesia saat itu masih terdiri dari kerajaan-kerajaan yang terpisah-pisah satu sama lainnya.Selanjutnya ada diorama yang menjelaskan bangsa Indonesia pada masa penjajahan hingga kemerdekaan.Setelah berkunjung ke museum ini,pasti ada hal baru yang didapat dan bisa dipelajari oleh para pengunjungnya.
Wisata tak selalu hanya untuk bersenang-senang saja,tapi juga bisa untuk mendapatkan manfaat lainnya seperti untuk pembelajaran.Jadi rasanya sayang sekali kalau berkunjung ke Monas tapi tidak menyempatkan diri unruk berkunjung ke museum yang berada tepat di bawah tugu Monas ini.
Rabu, 18 November 2015
Museum Nasional
Museum Nasional
Museum Nasional atau dikenal juga dengan sebutan Museum Gajah adalah museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat no 12,Jakarta Pusat,tepat berseberangan dengan Monumen Nasional.Museum ini dapat diakses dengan mudah karena letaknya yang sangat strategis.Bagi yang naik busway,bisa turun di halte Monas,lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki yang tidak terlalu jauh karena museum ini tepat berada di depan halte busway Monas tersebut.
Di depan Museum Nasional terdapat tulisan besar berwarna merah yang mempermudah orang-orang mengenali museum ini.Di depan bangunan museum ini terdapat patung gajah yang cukup besar,itulah mengapa pada akhirnya museum ini juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah.
Tiket masuk ke Museum Nasional ini cukup terjangkau untuk semua kalangan,jadi sangat cocok sekali untuk dikunjungi untuk keluarga atau juga rombongan dari sekolah.
Gedung museum ini terbilang megah,keadaan lingkungannya juga bersih dan tertata rapih.Koleksi yang dimiliki museum ini cukup lengkap dan banyak,baik dari jenis benda maupun asalnya.Fasilitas yang tersedia juga lumayan bagus dan lengkap,sehingga pengunjung akan merasa nyaman ketika berada di dalamnya.
Museum Nasional membagi tempatnya dalam beberapa kelompok.Di dekat pintu utama museum diisi dengan aneka benda yang berasal dari batu,mulai dari prasasti,patung hingga benda-benda berbahan dasar batu lainnya.Di sayap kiri bangunan,museum memajang aneka keramik dan tembikar dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.Di sayap kanan bangunan museum berisi aneka benda-benda dari berbagai wilayah di Indonesia,seperti pakaian adat,senajata tradisional,perabotan dan lain sebagainya.Di bagian lain yang menghubungkan sayap kanan dan sayap kiri bangunan utama museum terdapat ruang yang berisi miniatur rumah adat dari berbagai wilayah di Indonesia.
Benda-benda bersejarah tersebut tak hanya ditaruh di dalam ruangan,tetapi ada juga yang diletakkan di bagian luar ruangan museum,seperti yang naak di selasar yang memisahkan dua bagian gedung.Di selasar ini para pengunjung bisa melihat aneka patung dari batu,yang ditata berjejer di samping tembok bangunan gedung miseum.
Selain memamerkan aneka benda bersejarah,di museum ini juga mengadakan kegiatan lainnya yang masih ada kaitannya dengan permuseuman dan sejarah.Jadi untuk yang mau melalukan kegiatan lain di museum ini juga bisa melakukannya,sehingga museum semakin menarik untuk dikunjungi.



