Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Museum. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2016

Museum Prasasti Jakarta

Museum Prasasti Jakarta

Di Kota Jakarta yang terbilang modern dan banyak terdapat gedung pencakar langit ini,ternyata masih banyak menyisakan tempat-tempat unik dan tua yang bisa dijadikan sebagai tempat untuk mengetahui sejarah atau masa lalu kota ini.Salah satu tempat tersebut adalah Museum Prasasti Jakarta yang terletak di kawasan Tanah Abang Jakarta Puasat.

Berkunjung ke Museum Prasasti Jakarta tidaklah susah,dari arah Terminal Tanah Abang bisa dijangkau dengan angkot jurusan Kota Tua Jakarta.Jadi bagi yang habis belanja di Pasar Tanah Abang atau habis berkunjung ke Kota Tua bisa langsung mendatangi tempat ini.Lokasinya strategis dan mudah dijangkau dari berbagai arah.

Di Museum Prasasti Jakarta terdapat aneka makam dan nisan peninggalaan jaman Belanda yang begitu unik dan menarik.Makam-makam khas Belanda tersebut sudah berumur ratusan tahun.Tempatnya sedikit menyeramkan namun tetap asik untuk dikunjungi oleh siapa saja.Karena tempat dan isinya yang menarik,maka tak jarang museum ini sering dijadikan lokasi pengambilan gambar untuk sesi foto,film,sinetron,video klip dan lain sebagainya.

Para pengunjung yang datang ke Museum Prasasti Jakarta ini bisa mempelajari banyak hal mulai sejarah,seni hingga arsitektur bangunan.Museum ini sangat cocok untuk dikunjungi oleh para pelajar atau masyarakat umum yang ingin mengetahui lebih banyak lagi  mengenai Jakarta tempo dulu melaui bentuk makam,corak nisan atau prasasti yang terdapat di museum ini,saat Jakarta berada di bawah kekuasaan penjajah Belanda.


Salah satu bagian dari Museum Prasasti Jakarta

Jumat, 15 April 2016

Situs Prasasti Ciaruteun Dan Kebon Kopi

Situs Prasasti Ciaruteun Dan Kebon Kopi

Ternyata Kabupaten Bogor -Jawa Barat,menyimpan banyak peninggalan bersejarah masa lalu yang sudah berumur ratusan bahkan ribuan tahun.Salah satu peninggalan bersejarah masa lalu adalah situs batu bertulis yang berada di Desa Ciaruteun Ilir,Kecamatan Cibungbulang,Kabupaten Bogor.Situs tersebut bernama Situs Prasasti Ciaruteun dan Situs Prasasti Kebon Kopi.

Museum atau Situs Prasasti Ciaruteun dan Situs Prasasti Kebon Kopi terletak di satu desa namun di dua tempat yang berbeda,tapi satu sama lain lokasinya tidak terlalu berjauhan.Kedua situs ini dapat dijangkau dengan mudah dari Bogor,yaitu dengan naik angkot jurusan Ciampea dari terminal Bubulak atau Laladon.Turun di Polsek Ciampea lalu lanjutkan dengan naik ojek atau angkot jurusan Ciaruteun.Katakan saja pada sang supir mau ke situs Kebon Kopi atau Ciaruteun,maka kita akan diturunkan di tempat yang akan kita tuju tersebut.

Situs Prasasti Ciaruteun terletak di dekat Sungai Ciaruteun,dahulunya prasasti yang terdapat di situs ini ditemukan di sungai Ciaruteun.Oleh karena itu prasasti ini diberi nama Prasasti Ciaruteun.Sedangkan nama Situs Prasasti Kebon Kopi diberikan karena prasasti ini dulu ditemukan di sebuah kebun kopi milik warga Belanda.Kedua situs ini hanya berjarak beberapa puluh meter dan dipisahkan oleh jalan desa saja.Setiap hari kedua situs ini dijaga oleh juru kunci atau yang sekarang lebih dikenal dengan sebutan juru pelihara atau jupel.

Sama seperti situs-situs prasasti lainnya,di kedua situs ini juga berisi batu dengan beberapa tulisan.Tulisan yang terdapat di batu prasasti tersebut bertuliskan huruf palawa.Selain tulisan huruf palawa,di bebatuan juga terdapat tapak kaki manusia yang disinyalir milik salah seorang Raja Tarumanegara yang bernama Raja Purnawarman.

Selain kedua situs prasasti tersebut,ada dua situs lainnya yang terdapat di Desa Ciariteun ini.Situs yang pertama terletak di belakang masjid desa,dan yang kedua di sungai Ciaruteun yang rencananya akan dipindahkan ke tempat yang lebih aman dan nyaman,yaitu di tepian sungai seperti situs Prasasti Ciariteun ini,agar nantinya situs ini bisa dikunjungi oleh banyak orang tanpa takut terbawa arus sungai.


Situs Prasasti Ciaruteun,Kampung Ciaruteun Ilir-Cibungbulang-Bogor

Sabtu, 02 April 2016

Museum Prasasti Batu Tulis Bogor

Museum Prasasti Batu Tulis Bogor

Bogor ternyata menyimpan banyak peninggalan bersejarah,mulai dari era pra sejarah,sejarah kerajaan seperti Pajajaran,era Belanda,Jepang,Kemerdekaan hingga era kekinian.Salah satu situs bersejarah yang patut dikunjungi adalah Museum Prasasti Batu Tulis yang berada di jalan Batu Tulis,seberang istana milik keluarga Presiden Soekarno yang biasa disebut istana Batu Tulis.

Museum Prasasti Batu Tulis adalah sebuah museum yang berisi beberapa benda bersejarah peninggalan Kerajaan Pajajaran.Di dalam situs Batu tulis yang berada di sebuah bangunan kecil ini terdapat sebuah batu bertuliskan huruf caraka dengan bahasa Sunda Kuno,dari sinilah asal mula situs ini disebut dengan nama situs Batu Tulis.Di dalam bangunan ini juga terdapat tulisan yang ditulis di secarik kertas berpigura yang menjelaskan tentang bacaan dan arti dari batu bertulis tersebut.

Selain terdapat batu tulis yang mengisahkan tentang seorang raja Pajajaran,di dalam bangunan kecil museum ini terdapat juga beberapa batu lainnya seperti batu lingga,batu tapak yang terdapat bekas kaki,dan juga sebuah batu senderan.Di luar bangunan utama terdapat beberapa batu lain,antara lain batu lingga dan juga banyak batu-batu dengan berbagai ukuran yang terletak bertumpuk menyerupai tumpukan sebuah makam.

Situs Museum Batu tulis ini dijaga oleh penduduk sekitar yang mengaku menjaga situs tersebut secara turun temurun.Sayangnya sang penjaga kurang mengetahui sejarah situs ini dengan baik,sehingga tak banyak informasi yang bisa diperoleh darinya.Sementara informasi lain yang nerupa tulisan juga sangat minim.Minimnya informasi yang bisa didapatkan dari museum ini sangat disayangkan sekali,sehingga banyak orang yang menyalahgunakan kedatangan mereka,yang kadang melenceng dari tujuan semula yang hendak mengenal sejarah.

Aroma bau harum minyak wangi tercium di batu yang sudah berusia ratusan tahun tersebut,seperti layaknya di sebuah makam.Hal ini terjadi karena memang ada orang yang menyiramkannya pada batu tulis tersebut.Sangat disayangkan,karena minyak wangi tersebut bisa saja  merusak keaslian batu tulis yang termasuk benda cagar budaya yang semsestinya dilindungi tersebut.

Ketika penulis berkunjung ke situs Museum Prasasti Batu tulis ini sang penjaga langsung bertanya apakah saya hendak berziarah?.Dengan tegas saya mengatakan bila saya hanya berkunjung dan ingin tahu lebih banyak tentang situs batu ini.Tak lama,ada juga dua orang lelaki yang masuk ke dalam situs dan melakukan ritual yang justru jauh sekali dengan apa yang semestinya dilakukan pada situs batu peninggalan Kerajaan Pajajaran tersebut.

Situs Museum Prasati Batu Tulis Bogor sudah selayaknya dijaga dan dirawat dengan baik,agar situs ini tetap lestari dan tidak disalahngunakan oleh oknum-oknum tertentu yang tidak berkepentingan dengan situs ini.Kalau bisa ditambahkan beberpa informasi penunjang yang penting bagi setiap pengunjung,sehingga situs ini benar-benar menjadi museum bersejarah yang bisa bermanfaat bagi banyak orang,terutama bagi penggemar sejarah Kerajaan Pajajaran khususnya dan Nusantara pada umumnya.


Museum Prasasti Batu Tulis-Bogor

Sabtu, 09 Januari 2016

Museum Tekstil Jakarta

Museum Tekstil Jakarta

Sesekali kalau jalan-jalan ke Pasar Tanah Abang yang jadi pusatnya tekstil di Indonesia,sempatkanlah mampir ke museum tekstil yang berada tak jauh dari pasar tersebut.Dari pasar ini museum tekstil bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki karena letaknya hanya beberapa ratus meter saja dari Pasar Tanah Abang.Museum ini tepatnya berada di Jalan KS Tubun.

Bangunan Museum Tekstil terlihat sangat berbeda dengan bangunan lain yang berada di sekitarnya yang terlihat baru,sehingga akan dengan mudah sekali kita mengenalinya.Bangunan museum ini adalah bangunan tua yang bersejarah,yang dibangun pada era penjajahan Belanda dengan arsitektur khas Eropa yang cantik dan unik.

Museum Tekstil memamerkan aneka jenis tekstil dari berbagai wilayah di Indonesia dengan berbagai cerita dan sejarahnya yang menarik untuk diketahui lebih detail lagi.Tekstil yang dipamerkanpun beragam dari segi bahan,corak,motif dan warnanya,mulai dari kain batik,tenun,songket dan kain khas Indonesia lainnya.

Di Museum Tekstil juga memamerkan dan mengenalkan beberapa hal yang berkaitan dengan dunia tekstil,misalnya adalah peralatan tenun,peralatan membatik,tumbuhan penghasil warna alami untuk tekstil dan lain sebagainya.

Selain memamerkan aneka jenis kain dari berbagai wilayah Indonesia,Museum Tekstil juga mengadakan kursus membatik yang bisa diikuti oleh siapa saja dari berbagai jenjang usia.Kursus tersebut bisa diikuti secara perseorangan atau kelompok.Banyak sekali orang yang mengikuti program kursus ini,bahkan tak jarang peserta dari luar negeri juga mengikutinya.

Kursus membatik yang diselenggarakan di museum ini bisa diikuti dalam jangka waktu sekali atau beberapa kali,sesuai dengan program yang ingin diikuti.Bagi yang hanya ingin mengetahui sekilas tentang cara membatik,lebih baik mengikuti program singkat sekali pertemuan saja.Tapi bagi yang ingin lebih menguasai keterampilan membatik,maka sebaiknya mengikuti program yang lebih lama sehingga akan mengetahui proses membatik dengan lebih baik dan mendetail.

Untuk biaya tiket masuk tak terlalu mahal,sama halnya seperti masuk ke museum-museum lain yang ada di Indonesia.Demikian pula untuk kursus membatik,biaya yang dibutuhkannya tidaklah terlalu mahal,mulai dari puluhan ribu,ratusan ribu hingga jutaan rupiah,sesuai dengan program membatik yang ingin diikuti.





Jumat, 08 Januari 2016

Museum Monumen Nasional

Museum Monumen Nasional

Monumen Nasional atau yang lebih dikenal dengan sebutan Monas sebenarnya tak hanya menawarkan keindahan tugu yang tinggi menjulang dan emasnya saja,tetapi juga ada hal lain yang menarik.Di Monas ini sebenarnya ada juga sebuah museum yang terletak di bawah atau tugu tersebut.

Di museum yang terdapat di bagian bawah monas itu menampilkan aneka diorama atau patung dengan benda-benda lainnya yang menceritakan tentang keberadaan bangsa Indonesia dan masyarakatnya dari waktu ke waktu.Diorama tersebut ditaruh di dalam kotak kaca dengan penjelasannya yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan Inggris.

Museum ini sangat cocok sekali sebagai ajang hiburan sekaligus pembelajaran bagi para pelajar atau anak usia sekolah.Di sini mereka  bisa melihat-lihat diorama sambil menulis penjelasan yang ada di depannya,atau juga memotretnya untuk dijadikan sebagai referensi bahan belajar di sekolahnya.

Di bagian awal tersaji diorama yang menjelaskan masyarakat Indonesia pada masa bangsa Indonesia belum mengenal baca tulis atau biasa disebut masa pra sejarah.Di sini tak hanya ditampilkan patung-patung orangya saja,tapi juga aneka benda yang digunakan pada saat itu yang terbilang masih sangat sederhana sekali.

Setelah era pra sejarah,diorama selanjutnya menggambarkan era bangsa Indonesia saat masih dikenal sebagai nusantara,di mana Indonesia saat itu masih terdiri dari kerajaan-kerajaan yang terpisah-pisah satu sama lainnya.Selanjutnya ada diorama yang menjelaskan bangsa Indonesia pada masa penjajahan hingga kemerdekaan.Setelah berkunjung ke museum ini,pasti ada hal baru yang didapat dan bisa dipelajari oleh para pengunjungnya.

Wisata tak selalu hanya untuk bersenang-senang saja,tapi juga bisa untuk mendapatkan manfaat lainnya seperti untuk pembelajaran.Jadi rasanya sayang sekali kalau berkunjung ke Monas tapi tidak menyempatkan diri unruk berkunjung ke museum yang berada tepat di bawah tugu Monas ini.

Rabu, 18 November 2015

Museum Nasional

Museum Nasional

Museum Nasional atau dikenal juga dengan sebutan Museum Gajah adalah museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat no 12,Jakarta Pusat,tepat berseberangan dengan Monumen Nasional.Museum ini dapat diakses dengan mudah karena letaknya yang sangat strategis.Bagi yang naik busway,bisa turun di halte Monas,lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki yang tidak terlalu jauh karena museum ini tepat berada di depan halte busway Monas tersebut.

Di depan Museum Nasional terdapat tulisan besar berwarna merah yang mempermudah orang-orang mengenali museum ini.Di depan bangunan museum ini terdapat patung gajah yang cukup besar,itulah mengapa pada akhirnya museum ini juga dikenal dengan sebutan Museum Gajah.

Tiket masuk ke Museum Nasional ini cukup terjangkau untuk semua kalangan,jadi sangat cocok sekali untuk dikunjungi untuk keluarga atau juga rombongan dari sekolah.

Gedung museum ini terbilang megah,keadaan lingkungannya juga bersih dan tertata rapih.Koleksi yang dimiliki museum ini cukup lengkap dan banyak,baik dari jenis benda maupun asalnya.Fasilitas yang tersedia juga lumayan bagus dan lengkap,sehingga pengunjung akan merasa nyaman ketika berada di dalamnya.

Museum Nasional membagi tempatnya dalam beberapa kelompok.Di dekat pintu utama museum diisi dengan aneka benda yang berasal dari batu,mulai dari prasasti,patung hingga benda-benda berbahan dasar batu lainnya.Di sayap kiri bangunan,museum memajang aneka keramik dan tembikar dari berbagai penjuru Indonesia dan dunia.Di sayap kanan bangunan museum berisi aneka benda-benda dari berbagai wilayah di Indonesia,seperti pakaian adat,senajata tradisional,perabotan dan lain sebagainya.Di bagian lain yang menghubungkan sayap kanan dan sayap kiri bangunan utama museum terdapat ruang yang berisi miniatur rumah adat dari berbagai wilayah di Indonesia.

Benda-benda bersejarah tersebut tak hanya ditaruh di dalam ruangan,tetapi ada juga yang diletakkan di bagian luar ruangan museum,seperti yang naak di selasar yang memisahkan dua bagian gedung.Di selasar ini para pengunjung bisa melihat aneka patung dari batu,yang ditata berjejer di samping tembok bangunan gedung miseum.

Selain memamerkan aneka benda bersejarah,di museum ini juga mengadakan kegiatan lainnya yang masih ada kaitannya dengan permuseuman dan sejarah.Jadi untuk yang mau melalukan kegiatan lain di museum ini juga bisa melakukannya,sehingga museum semakin menarik untuk dikunjungi.

Sabtu, 14 November 2015

Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda
Minggu ini saya menyempatkan diri berkunjung ke sebuah museum yang letaknya tak jauh dari Pasar Senen,Jakarta Pusat,yaitu Museum Sumpah Pemuda.Museum ini terletak di Jalan Kramat Raya no.106,berdampingan dengan hotel,kampus dan bangunan tinggi lainnya,hingga gedung tua bersejarah ini nyaris tak menarik perhatain orang yang berlalu lalang melewatinya.
Di depan pintu gerbang utama,dua satpam menjaga gedung ini dan sesekali melayani tamu yang berkunjung,menggantikan petugas penerima tamu yang berjaga yang kebetulan ada keperluan lain.Ketika akan masuk pengunjung akan disodori tiket masuk yang sangat murah,yaitu hanya Rp 2000,- saja.Sambil menyodorkan tiket,petugas juga memberikan brosur dan majalah yang berkaitan dengan Museum Sumpah Pemuda.
Di depan gedung Sumpah Pemuda ini terdapat beberapa patung.Memasuki bagian dalam gedung ini,pengunjung juga disambut oleh beberapa manequin yang ada di ruang depan.Dari luar selintas seperti orang sungguhan.Di ruang depan ini terdapat manequin yang sedang berdiri dan duduk,terlihat sedang me!baca sambil bersiskusi.Sementara di dinding terdapat foto-foto kota Jakarta tempo dulu.
Masuk lebih dalam lagi,terdapat beberapa benda yang dulu pernah digunakan.Di dinding terdapat foto dan tulisan yang menjelaskan tentang Sumpah Pemuda.Di ruang tengahnjuganterdapat manequin yang menggambarkan suasana rapat yang diikuti oelh beberapa orang,dengan seorang yang sedang memainkan biola.
Di bagian lain,terdapat sebuah biola peninggalan dari W.R Supratman,seorang komposer yang telah menciptakaan lagu kebangsaan Indonesia Raya.Beberapa penjelasan tentang W.R.Supratman beserta lagu dan biola bersejarah itu juga terdapat di dindingnya.
Gedung Museum Sumpah Pemuda ini tidak terlalu besar,jadi tak perlu waktu lama untuk menjelajahinya.Gedungnya nyaman,bersih dan sejuk.Sayangnya beberapa peralatan penunjang museum seperti komputer yang bisa menjelaskan tentang museum dan sejarah sumpah pemuda itu sedang tidak aktif,jadi informasi yang didapat hanyamberasal dari brosur dan majalah yamg diberikan,juga dari tulisan yang berada di dinding gedung ini.
Selamat berkunjung ke Museum Sumpah Pemuda,semoga semangat para pejuang dan pahlawan bangsa selalu menghiasi hari-hari kita.